DPRD Kabupaten Lembata Menduga Ada Permainan Tetapkan Target PAD di Bawah Rp50 Miliar

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 12:18 WIB
Petrus Bala Wukak, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lembata.  (victorynews.id/Hiero Bokilia)
Petrus Bala Wukak, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lembata. (victorynews.id/Hiero Bokilia)

LEWOLEBA, VICTORYNEWS - Kalangan DPRD Kabupaten Lembata kaget dan kecewa dengan rencana target pendapatan asli daerah (PAD) yang disodorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata dalam rancangan kebijakan umum anggaran dan rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2023.

Target PAD yang rendah ini dinilai kalangan DPRD Kabupaten Lembata ada dugaan permainan dan terkesan pemerintah malas mengejar PAD.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Lembata Paulus Makarius Dolu kepada victorynews.id, Rabu (3/8/2022) menegaskan, target PAD Kabupaten Lembata sebagaimana disampaikan pemerintah pada penyampaiaan KUA-PPAS sangat rendah.

Baca Juga: Miris, Target PAD Kabupaten Lembata Tahun 2023 Turun 27,75 Persen

Pada 2020 lalu ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia termasuk Kabupaten Lembata, realiasi PAD Kabupaten Lembata bisa mencapai Rp44,2 miliar dari target Rp68,9 miliar lebih.

"Waktu itu Pemerintah Kabupaten Lembata beralasan realisasi PAD tidak capai target karena beberapa faktor dan salah satu faktor adalah pandemi Covid-19," tegas Paul Dolu.

Ketika Pandemi Covid-19 sudah tidak lagi seperti dulu, lanjutnya, ternyata target PAD bukan bertambah malah menurun drastis.

"Penurunan drastis target PAD ini tunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata sedang mengalami stunting,” katanya.

Baca Juga: Waspada! Gunung Berapi Anak Krakatau Kembali Erupsi Disertai Gempa

Ia bahkan menduga adanya permainan atau kasarnya "mafia" yang sedang dimainkan oleh pemerintah.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Ende Dukung Bank NTT Jadi Bank Devisa

Senin, 19 September 2022 | 18:41 WIB

Bupati Nagekeo Ajak Masyarakat Tanam Anakan Bambu

Sabtu, 17 September 2022 | 05:00 WIB
X