APBD Terkuras Bayar Pinjaman Dana PEN, DPRD Lembata Usul Cukup Cairkan Tahap Pertama

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:44 WIB
Rapat paripurna DPRD Lembata, NTT, Kamis (30/6/2022) malam dengan agenda laporan Banggar DPRD Lembata. DPRD usul pinjaman dana PEN dari PT SMI cukup cair tahap pertama.  (victorynews.id/hiero bokilia)
Rapat paripurna DPRD Lembata, NTT, Kamis (30/6/2022) malam dengan agenda laporan Banggar DPRD Lembata. DPRD usul pinjaman dana PEN dari PT SMI cukup cair tahap pertama. (victorynews.id/hiero bokilia)

LEWOLEBA, VICTORYNEWS-APBD Kabupaten Lembata terkuras untuk pembayaran pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), di tengah sumber dana yang sangat terbatas.

Menyikapi persoalan tersebut, DPRD Lembata usulkan agar Dana PEN yang dipinjam dari PT SMI tersebut cukup dicairkan untuk tahap pertama.

Usulan DPRD Lembata untuk mencairkan dana PEN cukup tahap pertama tersebut diutarakan karena kemampuan keuangan daerah sangat terbatas. Sementara APBD harus terkuras untuk membayar pinjaman dana PEN tahap pertama yang telah cair.

Baca Juga: Indentitas Jenazah yang Ditemukan di Kali Liliba Kota Kupang Belum Jelas


Anggota Banggar DPRD Lembata, Rusliudin Ismail, kepada victorynews.id, Kamis (4/8/2022) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata untuk melakukan peninjauan kembali memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Lembata dengan PT SMI.

Menurutnya, pada 2024 mendatang, Pemerintah dihadapkan pada perhelatan akbar pemilihan kepala daerah (pilkada) yang tentunya akan menguras anggaran yang cukup besar.

"Masih ada ruang untuk bisa tinjau kembali MoU Pemda dan PT SMI terkait (pinjaman dana) PEN. Maksud saya, ketimbang delapan tahun melarat dan setengah mati bayar utang dan kondisi PAD dratis turun," tegas Rusliudin Ismail.

Baca Juga: BTS Dapat Izin Gelar Konser di Luar Negeri, Meski Sedang Ikut Wajib Militer di Korea Selatan

Ia Pemkab Lembata mempertimbangkan lagi dengan cukup melakukan pencairan dana pinjaman tahap pertama sebesar Rp56 miliar.

Selanjutnya, pencairan dana pinjaman tahap kedua dan ketiga dipending saja karena akan menguras dana alokasi umum (DAU).

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Ende Dukung Bank NTT Jadi Bank Devisa

Senin, 19 September 2022 | 18:41 WIB
X