PERHATIAN! Bulan Operasi Timbang, Sekda NTT: Tinggalkan Semua Urusan Adat, Timbang Anak!

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 10:50 WIB
Sekda NTT Domu Warandoy saat memberi penegasan agar semua orang tua menimbang anaknya di bulan Agustus tanpa alasan apapun termasuk adat. (victorynews.id/Beverly Rambu)
Sekda NTT Domu Warandoy saat memberi penegasan agar semua orang tua menimbang anaknya di bulan Agustus tanpa alasan apapun termasuk adat. (victorynews.id/Beverly Rambu)

KUPANG, VICTORYNEWS-Sekda NTT Domu Warandoy mengajak semua orang tua yang memiliki bayi, baduta, balita untuk pergi ke Posyandu di bulan Agustus 2022.

Domu Warandoy menegaskan agar semua orang tua meninggalkan berbagai urusan lain demi menimbang anak-anaknya termasuk urusan adat.

"Kita ingin dapat data pasti sehingga orangtua, Bapak, Mama, luangkan waktu untuk bawa anaknya supaya ditimbang agar kita dapat data pasti soal stunting di NTT. Tinggalkan semua urusan, urusan adat atau apapun, luangkan waktu untuk menimbang anak di bulan Agustus ini," tegasnya saat memaparkan strategi penurunan stunting dari Pemerintah Provinsi NTT, Kamis (6/8/2022).

Domu Warandoy yang juga bertindak sebagai Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di NTT mengatakan saat ini jumlah anak di NTT mengatakan data timbang di bulan Agustus sangat penting untuk bisa mengetahui jumlah pasti anak yang akan mendapat intervesi penanganan stunting.

Ia berharap dukungan dari semua pihak yang ada di tingkat kabupaten/kota, desa kelurahan di NTT untuk menyukseskan bulan operasi timbang.

Domu Warandoy mengatakan data saat ini tercatat 91.032 anak stunting di NTT dan 603.893 rumah tangga dengan potensi anak stunting di NTT.

"Data ini bisa berubah, bertambah atau berkurang dan sangat berpengaruh terhadap anggaran dari beberapa strategi intervensi percepatan penurunan stunting di NTT untuk bisa capai target turun minimal 10 persen di tahun 2023," ujarnya.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT Marianus Mau Kuru kepada victorynews.id, Jumat (5/8/2022) menambahkan dalam bulan operasi timbang ini, BKKBN menjadi penggerak bukan penentu seorang anak mengalami stunting.

Ia mengatakan masalah stunting adalah masalah bersama dan BKKBN bekerjasama dengan berbagai pihak lintas sektor untuk mencapai target penurunan stunting di NTT.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLBN Motaain Dukung BKP Cegah Masuknya Virus PMK

Senin, 15 Agustus 2022 | 13:06 WIB

Pejabat Lingkup Kejati NTT Dimutasi, Ada Kajari Sikka

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:39 WIB

Bupati Kupang Panen Bawang Merah di Pulau Semau

Minggu, 14 Agustus 2022 | 04:56 WIB
X