USAID MCGL Kabupaten Malaka Perkenalkan Buku Register kepada Puskesmas PONED dan RSUPP Betun

- Rabu, 31 Agustus 2022 | 08:32 WIB
District Coordinator USAID Momentum Country Global and Leadership (MCGL) Kabupaten Malaka, Silvester Nusa saat menyerahkan buku register kepada Bidan Koordinator Puskesmas Weoe, Yuliana Hoar Nahak, A.Md,Keb, Selasa (30/8/2022) di Hotel Ramayana, Betun. (Dokumen USAID MCGL).
District Coordinator USAID Momentum Country Global and Leadership (MCGL) Kabupaten Malaka, Silvester Nusa saat menyerahkan buku register kepada Bidan Koordinator Puskesmas Weoe, Yuliana Hoar Nahak, A.Md,Keb, Selasa (30/8/2022) di Hotel Ramayana, Betun. (Dokumen USAID MCGL).

BETUN, VICTORYNEWS - USAID Country Global and Leadership (MCGL) memperkenalkan buku register kepada Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED) dan Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Kabupaten Malaka

District Coordinator USAID Momentum Country Global and Leadership (MCGL) Kabupaten Malaka, Silvester Nusa mengatakan, buku register sangat penting untuk mencatat setiap kejadian partus di puskesmas dan rumah sakit.

Selain partus, kejadian kematian ibu, kematian bayi atau kematian perinatal dan neonatal juga harus dicatat di dalam buku register.

Baca Juga: USAID MOMENTUM, Program Selamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir di NTT

Silvester mengatakan hal itu, Selasa (30/8/2022) di sela- sela kegiatan Orientasi Pencatatan dan Pelaporan Data Rutin Program Kesehatan Keluarga sebagai salah satu strategi penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI dan AKB) tingkat Kabupaten Malaka di Hotel Ramayana, Betun.

Silvester menerangkan, pencatatan ini bertujuan untuk mengetahui jumlah ibu yang bersalin dan jumlah kematian yang terjadi di fasilitas kesehatan.

"Karena pencatatan ini akan berguna bagi perencanaan program untuk meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak serta mencegah sedini mungkin terjadinya kasus kematian ibu dan bayi," terangnya.

Baca Juga: MOMENTUM USAID Dukung Pemerintah Beri Pelayanan Kesehatan Pada Ibundan Anak NTT

Dalam orientasi ini kata Silvesrer, peserta juga membawa serta dengan buku register yang telah diterima sebelumnya lalu masing-masing peserta menjelaskan praktik baik yang telah dilakukan ketika mengisi buku register.

"Jadi dalam kegiatan ini, ada banyak usul saran diantaranya adalah perlunya sinkronisasi elemen data ke dalam buku register," jelasnya.

Sebelum sosialisasi secara tatap muka ini, jelas Silvester juga telah dilakukan sosialisasi sebanyak dua tahap yakni tahap satu untuk Puskesmas yang dilaksanakan pada 23 Agustus, tahap dua untuk Rumah Sakit pada 25 Agustus dan tahap tiga adalah kegiatan orientasi tatap muka yang dilaksanakan pada 30 Agustus di Hotel Ramayana Betun.

Baca Juga: Dukung Energi Baru Terbarukan, Direktur Utama PT PJB Kunjungi Pabrik PT Timor Bio Energy

Kegiatan orientasi ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari Puskesmas Weoe, Puskesmas Biudukfoho, Puskesmas Kaputu, Puskesmas Namfalus, RSUPP Betun dan Dinas Kesehatan dengan menghadirkan Monitoring and Evaluation Specialist (MEL) USAID Momentum Cluster Timor, Ester Moi Kana.

Kegiatan tersebut dibuka Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, dr. Sri Charo Ulina, dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Remigius Aventinus Yohanes Bria Seran, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Florida Bau, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Wilfrida Ukat. 

Selain itu dihadiri keempat kepala puskesmas, bidan koordinator serta pengelola data kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Malaka. ***

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Tanggapan Bupati TTU Terkait Protes PMKRI

Selasa, 6 Juni 2023 | 15:39 WIB

Larangan Pick Up Memuat Orang Berujung Protes

Selasa, 6 Juni 2023 | 13:36 WIB
X