WOW...Kasus Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Capai Rp1,5 Miliar Lebih, Jaksa Tahan Kepala BPBD Kabupaten Flotim

- Kamis, 15 September 2022 | 18:25 WIB
Kepala Seksi Intelijen Kejari Flores Timur, Taufik Tadjudin, saat menggelar konferensi pers, Kamis (15/9/2022). (Victorynews.id/simon selly)
Kepala Seksi Intelijen Kejari Flores Timur, Taufik Tadjudin, saat menggelar konferensi pers, Kamis (15/9/2022). (Victorynews.id/simon selly)

KUPANG, VICTORYNEWS-Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran percepatan penanganan Covid-19 atau dana Covid-19 di Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT mencapai Rp1.569.264.435 atau Rp1,5 miliar lebih.


Anggaran sebesar Rp1,5 miliar lebih tersebut merupakan total kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana Covid-19 tahun 2020 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Flores Timur


Hal tersebut tercantum dalam Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari BPKP Perwakilan NTT, Nomor PE.03.03/SR-294/PW24/5/2022 tanggal 16 Agustus 2022 atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana Covid-19 pada BPBD Kabupaten Flores Timur tahun 2020.

Baca Juga: Gelar Rakor, LLDikti Wilayah XV Dorong Peningkatan Mutu Pelayanan Perguruan Tinggi Swasta di NTT

Laporan dari BPKP Perwakilan NTT ini diterima Penyidik Kejari Flotim pada tanggal 5 September 2022, yang menyatakan bahwa terdapat penyimpangan.

"Yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1.569.264.435 atau satu  miliar lima ratus enam puluh sembilan juta dua ratus enam puluh empat ribu empat ratus tiga puluh lima rupiah," ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Flotim Taufik Tadjudin, Kamis (15/9/2022).

Atas kasus dugaan korupsi dana covid-19 tahun 2020 tersebut, pihak Kejari Flotim telah menetapkan AHB, selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Flores Timur sebagai tersangka.


Tersangka AHB juga ditahan selama 20 hari terhitung sejak 15 September sampai 4 Oktober 2022 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Larantuka.

Baca Juga: BPKP NTT Siap Kawal PT Flobamor Dalam Pengelolaan TNK


"Selain itu, terhadap dua orang tersangka lainnya, yakni tersangka PLT dan tersangka PIG akan kami jadwalkan pemanggilan sebagai tersangka dan dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka," jelasnya.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Ende Dukung Bank NTT Jadi Bank Devisa

Senin, 19 September 2022 | 18:41 WIB

Bupati Nagekeo Ajak Masyarakat Tanam Anakan Bambu

Sabtu, 17 September 2022 | 05:00 WIB
X