Pemprov NTT Siapkan Skema Antisipasi Krisis Pangan Global di Tahun 2023

- Selasa, 27 September 2022 | 18:23 WIB
Kepala Dinas Pertanian NTT Lecky Frederich Koli didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Q Parera memberikan keterangan terkait krisis pangan global pada tahun 2023 kepada media, Selasa (27/9/2022) di kantor Gubernur NTT. (victorynews.id/Simon Selly)
Kepala Dinas Pertanian NTT Lecky Frederich Koli didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Q Parera memberikan keterangan terkait krisis pangan global pada tahun 2023 kepada media, Selasa (27/9/2022) di kantor Gubernur NTT. (victorynews.id/Simon Selly)

KUPANG, VICTORYNEWS - Pemerintah Provinsi NTT saat ini tengah menyusun skema dalam rangka mengantisipasi krisis pangan ditahun 2023.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Lecky Frederich Koli kepada media, Selasa (27/9/2022) di kantor Gubernur NTT.

"Pemprov NTT sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi musim tanam Oktober 2022 hingga Maret 2023 sekaligus untuk menghadapi krisis pangan global yang akan kita hadapi di tahun depan," ujar Lecky.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Lukas Enembe Taati Hukum dan Proses di KPK

Ia menambahkan, sesuai instruksi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Dinas Pertanian NTT ditugaskan untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

"Dinas pertanian yang ditugaskan untuk menjaga ketahanan pangan daerah, sudah harus mempersiapkan berbagai hal untuk menghadapi musim hujan, khususnya lahan untuk ditanami tanaman produktif," jelas Lucky, yang didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Q Parera.

Ia menjelaskan, untuk program Tanam Jagung Panen Sapi atau TJPS, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menargetkan 105.000 hektare lahan untuk ditanami jagung.

Baca Juga: Berantas Mafia Tanah, Polres Sumba Barat Teken MoU Bersama BPN

"Terkait dengan TJPS di tahun 2022 ini, kita menargetkan 105.000 hektare lahan untuk ditanami. Dari lahan itu, yang sudah kita tanami 37.000 hektare pada musim tanam kedua, April-September 2022 kemarin dan sudah dipanen dan sudah dijual hasilnya oleh offtaker dan petani sudah mendapatkan hasilnya," tandasnya.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PERHATIAN! GMIT Kini telah Dirikan YLBH Abdi Damai

Selasa, 6 Desember 2022 | 08:20 WIB

Polda NTTĀ Dukung Target Indonesia Emas Tahun 2045

Senin, 5 Desember 2022 | 20:10 WIB
X