Alex Ofong Beberkan Fakta dan Strategi Perjuangan Pembangun Infrastruktur Jalan di Lembata

- Sabtu, 26 November 2022 | 05:30 WIB
 Yakobus Kim, Warga Desa Panama, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, saat menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD NTT Alex Ofong saat reses di desa tersebut, Jumat (25/11/2022). (victorynews.id/hiero bokilia)
Yakobus Kim, Warga Desa Panama, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, saat menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD NTT Alex Ofong saat reses di desa tersebut, Jumat (25/11/2022). (victorynews.id/hiero bokilia)

LEWOLEBA, VICTORYNEWS-Saat ini, masyarakat Kedang yang mendiami lereng Gunung Uyelewun yang meliputi dua kecamatan, Omesuri dan Buyasuri boleh berbangga dan senang karena menikmati jalan negara ruas Lewoleba-Balauring yang mulus serta ruas jalan provinsi Balauring -Wairiang yang telah hampir tuntas ditangani.

Namun di balik mulusnya jalan, tak banyak yang tahu strategi perjuangan dan tokoh di balik perjuangan itu.

Anggota Komisi IV yang juga Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi NTT, Alex Ofong saat menggelar reses di Desa Panama, Kecamatan Buyasuri l, Lembata, Jumat (25/11/2022)., membeberkan fakta dan strategi perjuangan menjadikan jalan provinsi ruas Waijarang-Balauring menjadi jalan negara, serta menaikan status jalan Balauring-Wairiang menjadi jalan provinsi.

Baca Juga: Pemda Ende Tanda Tangan SPK Pembangunan Kapal Fiberglass 5GT dengan PT PAI

Ia mengatakan, pada periode pertamanya terpilih duduk di DPRD NTT yakni Periode 2014-2019, ia lalu membuka dokumen anggaran dan melihat terdapat dua ruas jalan provinsi di Lembata yakni Lewoleba-Balauring dan Balauring-Waitiang. Sayangnya, walau terdapat dua ruas jalan provinsi, namun tidak pernah ditangani.

"Waktu itu saya dipercayakan jadi Pimpinan DPRD NTT (Wakil Ketua DPRD NTT). Saya bicara dengan Gubernur (Frans Lebu Raya almarhum). Kalian mau selesai dan mau tinggalkan jabatan tapi tidak bangun jalan. Akhirnya ada penanganan sedikit sampai Hadakewa," katanya.

Dijelaskannya, setelah itu, ia juga melihat dokumen bahwa di Lembata belum ada jalan negara sejak 1999 menjadi kabupaten otonom. Sehingga, hal itu kemudian disampaikan kepada almarhum Eliaser Yentji Sunur, Bupati Lembata saat itu.

Memang, kata dia, syarat adanya jalan negara adalah menghubungkan antar kabupaten. Namun ketika melihat ada ruang menghubungkan pelabuhan terujung pulau dengan pelabuhan terujung kabupaten tetangga, maka kemudian Pemkab Lembata mengusulkannya dan ia membantu mengawalnya di provinsi.

Baca Juga: 5 Korban Kekerasan Seksual di NTT Meninggal, Ini Penjelasan Ketua Rumah Perempuan Kupang

Sehingga, saat itu diusulkan dari Wulandoni-Balauring, namun oleh Pemerintah Pusat hanya disetujui dari Waijarang-Balauring.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Desa Berperan Penting dalam Penempatan PMI

Jumat, 27 Januari 2023 | 13:25 WIB
X