Polres TTU Serahkan 2 Tersangka Persetubuhan Anak Bawah Umur ke Kejari TTU

- Senin, 5 Desember 2022 | 13:44 WIB
Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres TTU, saat mengeluarkan tahanan EM dari Sel Tahanan Polres TTU untuk dibawa ke Kejari TTau, Senin, (5/12/2022). (Gusty Amsikan/victorynewsttu)
Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres TTU, saat mengeluarkan tahanan EM dari Sel Tahanan Polres TTU untuk dibawa ke Kejari TTau, Senin, (5/12/2022). (Gusty Amsikan/victorynewsttu)

KEFAMENANU, VICTORYNEWS - Dua tersangka telah diserahkan penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU) kepada Kejari TTU dalam kasus persetubuhan dan pencabulan anak bahwa umur.

Dua tersangka yang diserahkan Polres TTU kepada Kejari TTU merupakan Anis alias YT dan Esta alias EM setelah berkas keduanya dinyatakan lengkap atau P-21.

Mereka ditahan Polres TTU karena masing-masing melakukan tindak pidana persetubuhan dan pelecehan terhadap anak di bawah umur dengan korban yang berbeda-beda.

Baca Juga: Kasus Kematian Astri dan Lael, Saksi Baron Akui Tunjukan Rumah Astri Kepada Terdakwa Ira Ua

"Hari ini tanggal 5 Desember 2022, dilakukan pelimpahan tahap dua berupa penyerahan berkas perkara dan para tersangka serta barang bukti kepada jaksa agar kasus ini secepatnya bisa disidangkan," ungkap Kasi Humas Polres TTU, Iptu I Ketut Suta, Senin, (5/12/2022) seperti dikutip dari victorynewsttu. id.

Sebelumnya YT, dilaporkan lantaran melakukan persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur dengan nomor Pol : B/358/XI/2022/SPKT/Polres TTU/Polda NTT, tertanggal, 6 November 2022.

Sedangkan EM, dilaporkan dengan nomor polisi : B/367/ XI /2022/SPKT/Polres TTU/Polda NTT, tertanggal 13 November 2022, dengan tuduhan yang sama.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 5 Desember 2022, Pisces Selalu Jaga Sikap

Kedua tersangka diduga melanggar pasal 81 Ayat (2), subsider pasal 82 ayat (1) junto pasal 76E, Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang, Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2016 tentang, perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang, Undang-undang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya, maksimal 10 tahun sampai 15 tahun penjara," pungkas Suta.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X