Soal Penataan Dapil di Lembata, Hanya Tiga Parpol yang Masukan Keberatan Resmi ke KPU

- Rabu, 7 Desember 2022 | 15:39 WIB
 Elias Kaluli Making, Ketua KPU Lembata saat membuka kegiatan uji publik penyusunan dan penataan dapil Pemilu 2024 di aula Kopdit Ankara Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, Selasa (7/12/2022). (victorynews.id/hiero bokilia)
Elias Kaluli Making, Ketua KPU Lembata saat membuka kegiatan uji publik penyusunan dan penataan dapil Pemilu 2024 di aula Kopdit Ankara Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, Selasa (7/12/2022). (victorynews.id/hiero bokilia)

LEWOLEBA, VICTORYNEWS-Sesuai PKPU Nomor 6, Pasal 15, 16, 17 dan Pasal 18, dalam hal penataan dapil dan alokasi kursi, setelah menetapkan rancangan dan alokasi kursi per dapil, KPU wajib mengumumkan untuk mendapat masukan dan tanggapan masyarakat serta menyelenggarakan uji publik.

Tekait penataan Dapil dan alokasi kursi di Kabupaten Lembata, NTT, pro dan kontra bermunculan, namun hanya tiga parpol yakni Partai NasDem, PDIP dan Partai Golkar yang memasukkan keberatan tertulis secara resmi ke KPU.

Ketua KPU Kabupaten Lembata Elias Kaluli Making saat membuka uji publik penyusunan dan penataan daerah pemilihan (Dapil) dan alokasi kursi anggota DPRD Pemilu 2024, di aula Kopdit Ankara Lewoleba, Selasa (7/12/2022) mengatakan, pada sesi pengumuman hasil rancangan Dapil dan alokasi kursi, beragam tanggapan dan kritik brilian disampaikan.

Baca Juga: Rebut Kembali Kemenangan, DPD Demokrat NTT Dorong AHY Ikut Kontestasi Capres atau Cawapres RI

"Ada yang sekadar mengomentari rancangan dapilnya, ada banyak yang sekadar mengkritik dan mempertanyakan komitmen kami selalu penyelenggara pemilu, tetapi ada pula yang mengusulkan rancangan sebagai pembanding dari rancangan yang dibuat KPU," kata Elias Kaluli Making.

Sayangnya, lanjut dia, ragam tanggapan dan masukan nan brilian itu disampaikan melalui media sosial dan media mainstream. Padahal, KPU sebagaimana syarat aturan, memberi ruang tanggapan dan masukan disampaikan secara tertulis untuk kemudian dipadukan dengan hasil uji publik sebagai bahan pertimbangan KPU RI dalam menetapkan dapil dan alokasi kursi dalam Pemilu 2024 untuk kabupaten Lembata.

"Mestinya pendapat nan cerdas itu buang di dalam biar menjadi dasar usulan KPU, kalo buang luar maksudnya tidak dibuang pada tempat yang semestinya untuk menampung aspirasi, maka, kami hanya bisa jadikan sebagai bahan baca, tetapi tidak untuk bahan pertimbangan," tegasnya.***

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X