SLB Alias ID, Oknum Polisi di Polres Lembata Menjadi Tersangka Penganiayaan ODGJ di Lewoleba

- Senin, 23 Januari 2023 | 11:26 WIB
Kapolres Lembata AKBP Dwi Handono Prasanto (paling kanan) didampingi Kasat Reskrim Polres Lembata Iptu I Wayan Pasek Sujana (kiri) saat memberikan penjelasan kepada wartawan, Senin (9/1/2023). (victorynews.id/Hiero Bokilia)
Kapolres Lembata AKBP Dwi Handono Prasanto (paling kanan) didampingi Kasat Reskrim Polres Lembata Iptu I Wayan Pasek Sujana (kiri) saat memberikan penjelasan kepada wartawan, Senin (9/1/2023). (victorynews.id/Hiero Bokilia)

LEWOLEBA, VICTORYNEWS - Setelah melakukan gelar perkara kasus penganiayaan dan pengeroyokan atas korban Yosef Kapaso Bala Lata Ledjab alias Balbo (33), orang dengan ganguan jiwa (ODGJ) penyidik Polres Lembata akhirnya menetapkan SLB alias ID, oknum polisi di Polres Lembata sebagai tersangka. 

Kasat Reskrim Polres Lembata I Wayan Pasek Sujana dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) tertanggal 21 Januari 2023 yang dikirim kepada keluarga menjelaskan, penyidik telah mengirim surat dan melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi berikut bukti -bukti permulaan tindak pidana penganiayaan terhadap Balbo.

Empat orang saksi yang diperiksa oleh penyidik Polres Lembata antara lain Kristoforus Igo Elanor, Petris Daton, Petrus Bulet Diaz, dan Yulianus Basilius Ata Pito Henakin.

Baca Juga: Jumat, Gelar Perkara Kasus Pengeroyokan ODGJ, Keluarga Pertanyakan Penerapan Pasal

Berdasarkan keterangan para saksi dan pemeriksaan barang bukti, Polres Lembata menetapkan SLB alias ID sebagai tersangka.

Ia menambahkan, selain ID, tidak tertutup kemungkinan ada penetapan tersangka lainnya.

SP2HP ini dikirim penyidik kepada keluarga menindaklanjuti hasil gelar perkara sesuai janji Kapolres Lembata, AKBP Dwi Handono Prasanto yang memerintahkan penyidik untuk segera menggelar perkara tersebut.

Baca Juga: BERUNTUNG! Sagitarius Dapat Tawaran Kerja di Tempat Baru yang Menjanjikan

Pengacara muda asal Lembata Mathias Stiphout Bala Kayun mengingatkan masyarakat Lembata untuk terus mengawal kasus ini karena yang terpenting adalah sejauh mana penerapan pasal yang tepat agar korban dan keluarga memperoleh keadilan.

Menurut Mathias, setelah mencermati dan mempelajari sangkaan yang tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan (Sprindik), diyakininya bahwa sangkaan pasal 170 ayat 1, Subsider 351 ayat 1 junto 55 ayat 1, pasal 64 ayat 1 adalah tidak tepat.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X