Obed Kadji Bantah Pungli di TPA Alak

berbagi di:
Obed Kadji

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang Obed Kadji. Foto: Leksi Salukh

 

 

Leksi Salukh

 

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang Obed Kadji membantah adanya pungutan liar (pungli) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak, sebagaimana dikeluhkan warga. Sebab, sejauh ini pihaknya tidak pernah menerima keluhan. Jika ada pungutan atau bahkan aksi pemalakan, silakan dilaporkan.

“Tidak ada seperti itu, karena tidak ada aturan pungut uang dari mobil yang hendak membuang sampah di TPA, meskipun bukan mobil sampah dari dinas,” katanya menjawab VN, Kamis (7/9).

Obed dikonfirmasi soal aksi pungli atau pemalakan oleh sejumlah oknum warga di sekitar TPA Alak. Dengan mengaku sebagai tuan tanah yang berhak menarik retribusi, oknum tersebut menahan setiap truk warga yang hendak membuang sampah di TPA dan mewajibkan mereka membayar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

Obed menjelaskan bahwa selama ini, tidak ada tuan tanah yang mengklaim lahan di TPA Alak. Jika ada yang mengaku sebagai tuan tanah dan menarik uang dari warga yang hendak membuang sampah di TPA Alak, maka perlu dilaporkan.

“Di pintu masuk ada staf, tapi kalau tuan tanah tidak tahu, tapi saya cek staf juga nanti,” katanya.

Menurut Obed, apabila ada dan terjadi demikian, warga berhak mengadu dan melapor kepihak kepolisian agar polisi bisa menangkap dan memproses para pelaku. Sebab tindakan itu sudah termasuk pemerasan.

“Tidak pernah ada yang pungut-pungut begitu. Kalau tahu namanya dan wajah, silahkan lapor ke polisi supaya ditangkap,” tegasnya.

Dia menantang warga yang mengaku diperas tersebut bila ada bukti foto dan masih mengenal wajahnya, silakan dikonfrontir dengan Dinas Kebersihan. “Kalau ada dokumentasi berupa foto atau tanda wajahnya dan masih mengenal, mari kita konfrontir supaya jelas dan tuntas,” ujarnya.

Dia mengapresiasi warga yang sudah inisiatif mengangkut dan membuang sendiri sampah ke TPA tanpa harus menunggu truk sampah dari dinasnya. “Saya berterima kasih kalau sudah membantu kami, tapi saya belum dapat keluhan seperti itu. Tidak ada pungut-pungut uang di TPA,” tegasnya.

Dia mengaku tetap akan mencari tahu. Sebab, jika benar terjadi seperti yang dikeluhkan dan diberitakan media, maka patut ditindak tegas. “Di TPA sana hanya ada pemulung sampah dan petugas di pintu masuk, namun saya pastikan tidak terjadi begitu,” katanya.

Lurah Alak, Maxemus Lalus yang dikonfirmasi terpisah juga mengaku tidak tahu aksi pungutan di TPA Alak. Sebab, urusan sampah adalah urusan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. “Wilayahnya saya, tapi urusan sampah saya tidak tahu,” katanya.

Meski demikian ia berjanji akan mengecek di lapangan. “Saya cari tahu dulu di sana, benar atau tidak. Tapi sejauh ini tidak pernah ada begitu,” katanya.

Terpisah, anggota DPRD Kota Kupang Maurits Kalelena mendesak agar perlu dicari tahu, apabila ada oknum yang melakukan pungutan dengan mengklaim sebagai tuan tanah di TPA Alak. “Cari tahu kalau itu benar terjadi dan harus tindak tegas. Masa orang buang sampah dipalak. Ini perbuatan yang tidak terpuji,” tegasnya. (lys/E-1)