OCD dan Delapan Mitra Lepas 60 Paket Terumbu Karang Buatan

berbagi di:
img-20201023-wa0049

Tampak Project Officer OCD Ragil Sukriwul (baju putih) bersama beberapa rekan hendak melepaskan terumbu karang buatan di Pantai Uiasa. Foto; Alfret/VN

 

 

 

Alfret Otu

OCD Beach and Cafe berserta beberapa mitra yakni Perkumpulan Pikul, Geng Motor Imut, CIS Timor, Komunitas Kupang Batanam, Komunitas Tani Organik Dalen Mesa, Perkumpulan Tafena Tabua, Yayasan Alfa Omega dan Yayasan Cemara melepas 60 paket terumbu karang buatan atau bioreeftek di pantai Uiasa di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Direktur OCD Kupang Odi Mesak, Jumat (23/10) mengatakan pelepasan terumbu karang buatan ituĀ untuk melestarikan atau memelihara terumbu karang yang ada di bawah laut.

Dia mengatakan sebelumnya terumbu karang dilaut Uiasa itu banyak dan indah namun karena sering terjadi pemboman ikan oleh pelaut maka terumbu karang menjadi rusak.

Selain itu, hal ini dilakukan untuk mempromosikan kembali Pantai Uiasa yang pada tahun 90-an banyak dikunjungi wisatawan asing.

Desa Uiasa merupakan salah satu obyek wisata primadona di Teluk Kupang namun setelah terhentinya penerbangan langsung Kupang Darwin atau Australia karena adanya krisis moneter, semua usaha sektor pariwisata di Desa Uiasa terhenti dan tinggal puing-puing bangunan atau penginapan dan bar serta kenangan bagi masyarakat Desa Uiasa.

Menurutnya pantai dan pesisir Uiasa sesungguhnya mempunyai daya tarik pariwisata terutama pariwisata bawah air seperti diving dan snorkeling sehingga OCD Beach and Cafe bersama masyarakat Desa melakukan peluncuran atau soft launching Uiasa Camp yang menjadi momentum kembalinya pariwisata di Desa Uiasa.

Pesisir pantai Uiasa, kata dia, memiliki ekosistem terumbu karang yang layak dieksplorasi, namun beberapa bagian terumbu karang di Uiasa, telah rusak akibat penangkapan ikan yang menggunakan bom dan racun sehingga untuk mengembalikan keutuhan terumbu karang Uiasa, OCD Beach and Cafe bekerja sama dengan Global Environmental Facilities-Small Grant Program (GEF SGP) fase VI wilayah Pulau Semau, melakukan project pengembangan ekowisata Uiasa untuk membangkitkan kembali pariwisata di Desa Uiasa yang pernah berjaya tiga dekade lalu.

Selama kurang lebih 10 bulan, ungkap dia, bersama masyarakat, OCD Beach and Cafe berkolaborasi memperbaiki alam pesisir Uiasa dan mengembangkan jejaring penyedia jasa pariwisata di Desa Uiasa agar alam pesisir Uiasa tetap terjaga dan masyarakat desa mendapatkan manfaat langsung dari pariwisata.

Kegiatan itu, jelas dia, dilakukan dengan melibatkan kelompok pemuda Uiasa sejak dalam pembuatan sampai pada pembenaman bioreeftek di dalam laut. Selain itu OCD bersama para relawan mendampingi kelompok anak sekolah dalam belajar bahasa Inggris dan pengenalan lingkungan untuk mempersiapkan pemandu wisata lokal.

Sementara itu Project Officer OCD Ragil Sukriwul mengatakan para ibu juga turut dilatih bahasa Inggris sederhana agar dapat berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara, selain itu pelatihan masak bagi kelompok ibu-ibu dengan pemanfaatan bahan lokal, camping ground wisata yang dikelola oleh komunitas di Uiasa dengan sarana MCK telah pula disiapkan beserta fasilitas atraksi seperti snorkeling, diving, dan cannoe.

Atraksi wisata pesisir, kata dia, dapat dinikmati oleh wisatawan ketika mengunjungi Desa Ekowisata Uiasa cukup beragam. Pantai Uiasa dengan bentangan pasir putih yang luas dan membentang sekitar satu kilometer, adalah satu-satunya pantai di pesisir Pulau Semau yang dapat dilakukan aktivitas renang, snorkeling dan diving. (bev/ol)