ODP Covid-19 di NTT Meningkat

berbagi di:
img-20200326-wa0025

 

 

 

Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) terkait covid-19 di seluruh NTT meningkat dari kondisi sebelumnya. Hingga Rabu (25/3) pukul 21.00 Wita tadi malam, total ODP sudah mencapai 203 orang. Dari jumlah ini, yang sudah sembuh 24 orang dan sisa 179 ODP masih dalam pantauan medis.

Terjadi peningkatan di sejumlah kabupaten (lihat tabel) termasuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang sampai tadi malam sudah bertambah menjadi 9 orang. Tidak termasuk yang meninggal kemarin.

Di Rote Ndao ODP meningkat menjadi 11 orang, di mana sehari sebelumnya, Selasa (24/3), baru terdata 6 orang. Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, kemarin siang, mengatakan, peningkatan angka ODP itu antara lain karena Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 gencar melakukan pemantauan dan pengawasankeluar-masuknya orang dari dan ke wilayah tersebut.

Di Manggarai Barat, PDP maupun ODP bertambah. PDP kini 2 orang, sementara ODP yang sebelumnya 20 orang meningkat menjadi 29 orang.

Pj Sekda Mabar Ismail Surdi membenarkan peningkatan tersebut. Ia meminta masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah.

 

Kamar Isolasi
Di Sikka, Kabag Protokol Setda Sikka, Very Awales Syukur, kemarin menjelaskan bahwa pemerintah setempat menyiapkan 30 kamar isolasi di RSUD TC Hillers Maumere. Bupati Roby Idong langsung menggelar rapat terbatas dan memutuskan Asrama Putra Perawat RSUD TC Hillers Maumere sebagai ruang isolasi covid-19. Bersama personel TNI, Polri dan Brimob langsung merenovasi agar segera dimanfaatkan.

Di Ende, Bupati H Djafar H Achmad, Selasa (24/3), memantau kesiapan RSUD Ende sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan covid-19.

Direktur RSUD Ende Aries Dwi Lestari mengatakan, salah satu yang dipersiapkan adalah ruangan isolasi bagi pasien covid-19 dan juga fasilitas lainnya. “Kami menyiapkan tujuh ruang isolasi,” tuturnya.

Sebanyak 10 perawat dan seluruh dokter spesialis di RSUD tersebut segera dikirim ke Kupang untuk mengikuti pelatihan penanganan covid-19.

Dari Lembata dilaporkan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Lembata dalam pertemuan bersama Wabup Lembata Thomas Ola Langodai, kemarin, meminta Pemkab setempat menutup masuknya kapal penumpang dari luar NTT ke Lembata.
Ketua Forum PRB Lembata Andris Korban mengatakan, pihaknya memberikan sejumlah rekomendasi ke Pemkab Lembata dalam mencegah penularan covid-19 yang kini meresahkan masyarajat. (enq/sat/nus/mg-15/lia/R-4)