ODP Covid-19 di Rote Ndao terus Meningkat

berbagi di:
img-20200325-wa0041

Suasana rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao yang dihadiri Bupati Rote Ndao bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 1627/Rote Ndao, Danlanal Pulau Rote, Kajari, Ketua PN, dan pimpinan instansi terkait, di Mapolres Rote Ndao, Rabu (25/3) siang. Foto: Frangky/VN

 

 

Frangky Johannis

Hingga kini Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur meningkat menjadi 11 orang, padahal sehari sebelumnya, Selasa (24/3) baru terdata sebanyak enam orang.

Demikian disampaikan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu yang dikonfirmasi VN, usai melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Mapolres Rote Ndao, Rabu (25/3) siang.

Menurut Paulina, gencarnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap keluar-masuknya orang dari luar ke wilayah tersebut, menyebabkan angka ODP bertambah.

“Jadi meningkatnya jumlah ODP tersebut merupakan bukti bahwa pemerintah bersama Forkopimda dan Gugus Tugas bekerja maksimal dalam rangka meminimalisir serta mencegah penyebaran virus corona dengan melakukan pemantauan dan penanganan sesuai panduan dari Gugus Tugas Covid-19 tingkat Pusat dan Provinsi NTT,” katanya.

Paulina mengatakan masyarakat tidak perlu cemas dengan penambahan julah ODP karena pemerintah bersama Forkopimda dan Gugus Tugas telah menyiapkan langkah-langkah jika kondisi mengharuskan para ODP diisolasi untuk mendapatkan penangan yang serius oleh dokter dan paramedis karena sudah disiapkan tempat isolasi di RSUD dan Rusun Ne’e.

“Yang terpenting masyarakat tetap kondisi kesehatan tubuh agar tetap bugar, mengkonsumsi makanan yang sehat, kalau sakit segera ke pusat pelayanan kesehatan terdekat, dan terlebih harus berdoa kepada Tuhan untuk menjauhkan kita dari ancaman virus ini. Yang lain-lain biar pemerintah dibantu Forkopimda dan Gugus Tugas Covid-19 yang mengaturnya,” tutup Paulina.

Sementara Direktur RSUD Ba’a dr Widyanto P Adhy yang dikonfirmasi terkait peningkatan jumlah ODP tersebut menjelaskan, data terakhir hingga pukul 13.00 Wita terdapat sebanyak 142 Orang dari Area Risiko (OAR) yang teridentifikasi Gugus Tugas Covid-19 Rote Ndao. Dari jumlah tersebut ODP sebanyak 11 orang. Sementara belum ada yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), suspect, maupun positif Corona hingga saat ini.

Ia menjelaskan, adanya lonjakan ODP tersebut karena seluruh jajaran Gugus Tugas Covid-19 Rote Ndao melakukan pemantauan dan pengawasan secara serius terhadap OAR yang terdata masuk ke wilayah Rote Ndao dan memeriksakan kesehatan di rumah mereka masing-masing.

“Hingga kini kita tetap memantau dan mengawasi 142 OAR dan 11 ODP tersebut dengan melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah, dengan protokol tetap mengisolasi diri di rumah masing-masing,” terang dr Adhy.

Ketika ditanya kenaikan ODP dari enam orang menjadi 11 orang tersebut apakah memang baru datang dari luar ataukah OAR yang sudah ada sebelumnya tetapi sudah masuk kategori ODP, dr Adhy jelaskan ada yang baru datang dan juga ada yang merupakan OAR yang dalam pemantauan gejalanya sudah harus masuk dalam kategori ODP.

Ia menambahkan, apabila dalam perkembangannya OAR maupun ODP yang memang harus mendapat perlakuan khusus, di mana sesuai Perbup akan diisolasikan di tempat yang sudah ditentukan pemerintah, yakni di RSUD dan Rusun Ne’e, bukan lagi di rumah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, jangan keluar rumah kalau tidak ada keperluan mendesak, jaga kesehatan, cuci tangan sesering mungkin, dan segera lapor diri sendiri atau melaporkan kalau merasa baru pulang dari area yang berisiko,” katanya mengakhiri. (bev/ol)