OJK NTT Ingatkan Pelaku Usaha Lakukan Pinjaman di Fintech Legal

berbagi di:
img-20210218-wa0019

 

Robert Sianipar
Kepala OJK NTT

 

 

 
Putra Bali Mula

 

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan NTT mengingatkan agar penerima pinjaman hendaknya mengajukan pinjaman pada fintech lending yang terdaftar atau berizin di OJK.

Hal tersebut diingatkan Kepala OJK NTT, Robert Sianipar kepada pelaku usaha dan masyarakat saat dihubungi VN, Kamis (18/2). Ada beberapa hal yang penting dipahami sebelum meminjam di fintech.

Hal utama adalah memastikan meminjam di perusahaan yang terdaftar atau berizin di OJK. Legalitas perusahaan pemberi pinjaman melaluitelepon Kontak OJK 157 atau di website OJK (www.ojk.go.id).

img-20210218-wa0020

Fintech lending sendiri merupakan salah satu alternatif bagi masyarakat untuk meminjam dana atau berinvestasi.

Selain itu Robert menyampaikan besarnya biaya pinjaman (bunga) di fintech lending dapat dibandingkan dengan bunga pinjaman di tempat lain (bisa lebih tinggi atau lebih rendah).

“Perjanjian di Fintech Lending adalah perjanjian perdata antara pemberi dan penerima pinjaman. Apabila tidak sepakat dengan besarnya bunga (biaya pinjaman), sebaiknya tidak melakukan transaksi. Tetapi apabila sudah sepakat, maka ada kewajiban dari masing-masing pihak,” jelasnya.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) telah mengatur dalam code of conduct AFPI bahwa jumlah total biaya pinjaman tidak melebihi suku bunga flat 0,8 persen per hari. Ia menyebut juga ada ketentuan bahwa jumlah total biaya, biaya keterlabatan, dan seluruh biaya lain maksimum 100 persen dari nilai prinsipal pinjaman.

“Contohnya, bila pinjam Rp1 juta, maka maksimum jumlah yang dikembalikan adalah Rp2 juta,” ujarnya. (Yan/ol)