Gadget dan Kerapuhan "Nilai Etis Manusia"

- Sabtu, 6 November 2021 | 09:50 WIB
FOTO HAL 05 PENULIS OPINI SATU 061121
FOTO HAL 05 PENULIS OPINI SATU 061121

SEPEKAN terakhir, penulis mendapatkan dua video yang viral di media sosial (facebook). Pertama adalah video dari seorang nenek tua yang meringis kesakitan dan meminta pertolongan. Nenek tersebut diduga jatuh dari motor. Tampak di video, beberapa remaja mengalami kebingungan dan ketakutan untuk menolong tersebut. Pilihan yang mereka lakukan justru merekam dan memviralkan video tersebut. Peristiwa ini terjadi di Manggarai Timur, Flores, NTT. Kedua adalah video kecelakaan yang dialami oleh artis Vanesa Angel dan suami beserta 3 orang lainnya di ruas Tol Jombang-Mojokerto KM 672.400/A. Video yang mempertontonkan sosok manusia yang tergeletak di jalan tol itu, dengan sengaja dan penuh kesadaran diviralkan di media sosial.

Dua video yang sengaja diposting dan diviralkan melalui media sosial, tentu bukan yang pertama kali terjadi. Jauh sebelumnya, juga muncul video-video serupa yang mengganggu pandangan mata dari warganet. Alih-alih video tersebut diposting untuk tujuan mendapatkan simpati dan empati yang mendalam, justru mengundang reaksi yang mengarah kepada caci maki kepada warganet yang mempostingnya. Reaksi tersebut lahir bersamaan dengan wujud kepedulian sekaligus pemahaman akan apa yang boleh dan yang tidak boleh untuk diviralkan di media sosial.

Apa yang dilakukan oleh orang yang memposting dua video tersebut memberikan konfirmasi kepada publik tentang kerapuhan nilai etis kemanusiaan yang kita miliki. Kehidupan kita yang tak bisa dipisahkan dari gadget, justru mengarah kepada kehancuran dan keterpurukan. Gadget memberikan penetrasi yang kuat untuk mengontrol perilaku kita. Hal ini terjadi bersamaan dengan kehilangan sikap kritis dan selektif yang seharusnya menjadi modal dalam beradaptasi dengan perubahan yang baru. Rasio atau akal budi yang menjadi ciri khas sekaligus keunggulan manusia, sejatinya ditempatkan pada garda terdepan dalam merespon setiap perubahan. Salah satunya, ketika kehidupan sosial kita dicengkeram oleh teknologi (gadget). Sebagai benda (fisik), kita perlu menempatkan gadget di bawah pengawasan dan pengontrolan yang kuat dari kita. Fungsi kontrol dan pengawasan yang dimaksudkan bukan semata-mata agar benda tersebut tetap awet dan tahan lama, melainkan juga fungsi kontrol dan pengawasan dalam pengoperasiannya.

Perubahan Pola Interaksi

Fakta mengungkapkan bahwa pola relasi dan interaksi sosial manusia dewasa ini banyak terjadi di ruang media sosial. Gadget menjadi ruang perjumpaan yang paling banyak digunakan oleh manusia. Hal ini semakin jelas, tatkala ruang fisik perjumpaan manusia tengah digempur oleh pandemi covid-19. Akibatnya, perjumpaan di dunia maya menjadi sebuah keharusan untuk bisa mengobati rasa rindu dan kangen dengan keluarga, sahabat dan juga rekan kerja. Sayang seribu sayang, media sosial yang sejatinya dimanfaatkan sebagai ruang dialog yang membangun dan mengarah kepada kerja sama yang positif, justru dimanfaatkan untuk kepentingan memproduksi berbagai bentuk cyber crime.

Fenomena viralnya dua video di atas menjadi penanda kuat, bahwa tak sedikit diantara kita suka menampilkan “wajah-wajah beringas” yang jauh dari nilai etis kemanusiaan. Kita tengah mempertontonkan perilaku tidak etis sekaligus merayakan euforia di tengah duka dan rasa sakit hati baik bagi si korban maupun keluarga yang ditinggalkan. Hal ini juga menjadi preseden buruk sekaligus catatan kritis bagi kita dalam bermedia sosial. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk mengontrol pikiran, hati dan juga jari-jari manis kita agar tak semudah membalikan telapak tangan dalam memposting sesuatu di media sosial. Kita harus memikirkan dampak psikologis dan sosial dari warganet.

Editor: Administrator

Terkini

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB

Insan Pemenang

Senin, 2 Mei 2022 | 08:33 WIB

Hardiknas Dalam Bingkai Merdeka Belajar

Senin, 2 Mei 2022 | 04:30 WIB

Berempati pada Sekolah Baru

Kamis, 28 April 2022 | 04:35 WIB

Ibu dan Pesan Makna Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 12:59 WIB

Jokowi dan Kepemimpinan Pasca-2024

Selasa, 19 April 2022 | 10:39 WIB

Suara Tuhan Dari Dalam Badai

Jumat, 15 April 2022 | 14:09 WIB

Pemilu dan Pilkada Adalah Milik Rakyat

Kamis, 14 April 2022 | 09:56 WIB

Wacana Presiden Tiga Periode Apa Urgensinya

Senin, 11 April 2022 | 08:35 WIB

Guru yang Baik

Rabu, 6 April 2022 | 10:41 WIB

Dunia Keiko

Selasa, 5 April 2022 | 10:26 WIB
X