NTT : Nanti Tuhan Tolong?

- Senin, 10 Januari 2022 | 10:01 WIB
Sam H Babys, Staf Biro Umum Setda Provinsi NTT (Istimewa)
Sam H Babys, Staf Biro Umum Setda Provinsi NTT (Istimewa)

SEBAGIAN besar masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak asing dengan judul di atas. Tetapi jauh sebelum itu, orang mengidentikan NTT dengan Nasib Tidak Tentu.
Anggapan ini disematkan karena kondisi NTT yang pada saat itu sangat memprihatinkan.

Angka kemiskinan, stunting, kematian ibu dan bayi yang masih sangat tinggi, bahkan tingkat korupsi yang sangat menjulang merupakan bagian yang tak terpisahkan sematan Nanti Tuhan Tolong pada provinsi kepulauan ini.

Baca Juga: Catatan Perjalanan Gubernur VBL (Komitmen Bangun NTT)

Padahal ada banyak potensi yang dimiliki Provinsi ini yang bisa dikerjakan dan dioptimalkan secara baik untuk mengatasi berbagai kemelut di NTT.

Kemelut itu berlangsung sangat lama, sehingga masyarakat NTT pada waktu itu berprinsip bahwa 'walaupun miskin intinya bisa hidup'. Dari sinilah istilah Nasib Tidak Tentu sering diplesetkan pada provinsi ini.

Istilah Nasib Tidak Tentu ini perlahan-lahan mulai hilang, tatkala harapan Nanti Tuhan Tolong mulai digaungkan. Tidak sedikit masyarakat seakan berbangga dan pukul dada bahwa Nusa Tenggara Timur akan ditolong. Harapan itu selalu digaungkan bahkan selalu diperkenalkan pada orang baru yang datang ke NTT.

Baca Juga: NTT Juara 3 Penyelenggaraan Pembangunan Jalan Terbaik di Indonesia

Tanpa berpikir, tanpa berinovasi, bahkan tanpa bekerjapun orang tetap mengandalkan istilah ini. Seakan 'berjudi' dengan waktu untuk melihat apakah NTT akan maju di kemudian hari? 'Nanti', kapan ? Tuhan Tolong. Apakah Tuhan akan menolong orang yang hanya pasrah dengan keadaan?

Saat Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur dijabat oleh Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Josef A Nae Soi (JNS) periode 2018 - 2023,  harapan bagi para pengumandang Nanti Tuhan Tolong semakin besar.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB

Insan Pemenang

Senin, 2 Mei 2022 | 08:33 WIB

Hardiknas Dalam Bingkai Merdeka Belajar

Senin, 2 Mei 2022 | 04:30 WIB

Berempati pada Sekolah Baru

Kamis, 28 April 2022 | 04:35 WIB

Ibu dan Pesan Makna Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 12:59 WIB

Jokowi dan Kepemimpinan Pasca-2024

Selasa, 19 April 2022 | 10:39 WIB

Suara Tuhan Dari Dalam Badai

Jumat, 15 April 2022 | 14:09 WIB

Pemilu dan Pilkada Adalah Milik Rakyat

Kamis, 14 April 2022 | 09:56 WIB

Wacana Presiden Tiga Periode Apa Urgensinya

Senin, 11 April 2022 | 08:35 WIB

Guru yang Baik

Rabu, 6 April 2022 | 10:41 WIB

Dunia Keiko

Selasa, 5 April 2022 | 10:26 WIB
X