NTT : Nanti Tuhan Tolong?

- Senin, 10 Januari 2022 | 10:01 WIB
Sam H Babys, Staf Biro Umum Setda Provinsi NTT (Istimewa)
Sam H Babys, Staf Biro Umum Setda Provinsi NTT (Istimewa)

Tidak sedikit yang memperkenalkan istilah Nanti Tuhan Tolong kepada 'duet ibukota' ini dengan maksud memberi angin segar kepada dua tokoh ini, bahwa NTT pasti akan berubah yang penting berpasrah pada Tuhan. Tetapi harapan para pengumandang pupus tatkala pemilik slogan 'NTT Bangkit - NTT Sejahtera' ini lebih mengutamakan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja jujur demi kemajuan Provinsi NTT.

Baca Juga: Gubernur VBL: Pinjaman PEN Menguntungkan NTT

Bagi VBL dan JNS, NTT yang begitu kaya dengan Sumber Daya Alam tidak mungkin akan berubah hanya bermodalkan harapan kepada Tuhan. Harapan boleh ada, tetapi tanpa tindakan dan aksi nyata, maka semua akan sia-sia.

Tanggal 20 Desember 2021, bertepatan dengan  Hari Ulang Tahun Provinsi NTT yang ke-63, dalam sambutan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat yang dibacakan langsung oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, sebuah pekikan baru tentang NTT diperkenalkan.

Kita harus meninggalkan narasi lama tentang NTT yang membuat kita terperangkap dalam kepasrahan Nanti Tuhan Tolong yang merendahkan martabat kita. Dengan narasi baru yaitu NTT sebagai 'Negeri Tergantung Tindakan' memberi optimisme bahwa kita dapat menciptakan kemakmuran hanya dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja jujur.

Baca Juga: Gubernur VBL Pantau Budidaya Lobster di Mulut Seribu

Narasi yang dilontarkan ini bukan hanya sekedar pemanis dalam sambutan di hadapan ratusan hadirin saat itu, tapi merupakan bentuk ajakan bagi seluruh masyarakat NTT agar terus bekerja memanfaatkan kekayaan alam NTT yang sudah tiga tahun ini terus dimaksimalkan keberadaannya oleh VBL dan JNS.

Tentunya untuk mencapai hasil maksimal, tindakan lebih diutamakan dibanding harapan. Banyak tindakan nyata yang telah dilakukan untuk mengantar NTT pada gerbang kemakmuran. Penulis mengambil contoh tindakan nyata yang dilakukan kedua pemimpin saat ini.

Pulau Sumba memiliki energi panas matahari terbaik di Indonesia, dimana sekian lama potensi ini dibiarkan mati begitu saja. Tetapi berkat tindakan nyata dari VBL dan JNS, saat ini, dapat dipastikan dalam waktu dekat akan dibangun pusat Pembangkit Listrik Tenaga Matahari sebesar 2 Giga di Pulau Sumba. Besaran 2 Giga ini dapat mensuplai listrik sampai ke separuh pulau jawa. Tentunya kita berbangga dengan keadaan ini, karena dari NTT dapat memberikan kontribusi besar bagi negara.

Baca Juga: Gubernur VBL Minta Dukungan Mendagri Soal Pinjaman Daerah

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB
X