NTT : Nanti Tuhan Tolong?

- Senin, 10 Januari 2022 | 10:01 WIB
Sam H Babys, Staf Biro Umum Setda Provinsi NTT (Istimewa)
Sam H Babys, Staf Biro Umum Setda Provinsi NTT (Istimewa)

Pada beberapa kesempatan, VBL mengatakan bahwa NTT sangat kekurangan pakan ternak dalam budidaya ikan kerapu ini. Dan makanan terbaik datang dari daging keong yang nota bene hidup liar di alam NTT. Dan dalam satu tahun menurutnya, sedikitnya dibutuhkan 10 ton daging keong sebagai pakan ternak kerapu.

Baca Juga: Jadikan NTT Lumbung Ternak, Pemprov Bangun Pabrik Pakan

"Saya mengajak siapapun yang ingin terlibat dalam menyiapkan pakan ternak kerapu ini, pemerintah akan membeli. Berapapun yang disiapkan, pemerintah pasti akan beli," tawar VBL.
Masihkah kita hanya berharap? Bukankah tindakan kita dalam menyiapkan pakan yang telah ditawarkan oleh sang Gubernur akan mendatangkan keuntungan bagi kita?

Lain pula dengan fakta yang datang dari sektor peternakan ayam. Saat ini berkat pendampingan dan pembinaan dari dinas terkait, NTT memiliki dua Perusahaan Ayam masing - masing di Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Belu.

Kedua perusahaan ini pada tanggal 17 Desember 2021 lalu telah tersertifikasi sebagai kompartemen bebas AI (Avian Influenz) dari Kementerian Pertanian RI, sehingga mereka dapat melakukan ekspor ke Timor Leste, yang sekian lama mendatangkan ayam dari negara Brazil.
Apakah kita masih mengamini bahwa hal ini terjadi karena kita terus berharap?

Penulis kembali menyodorkan sebuah tindakan nyata yang lahir dari Gubernur VBL dan Wagub JNS. Kali ini datang dari bidang Infrastruktur. Tahun 2018 ketika kedua pemimpin ini datang ke NTT, tercatat ada 906 kilometer jalan Provinsi yang rusak berat.

Tentu bagi kita semua, hal ini tidak mungkin dapat selesai dikerjakan dalam tempo singkat, mengingat kekuatan uang Provinsi yang sangat terbatas. Tetapi lagi-lagi sebuah tindakan berani datang dari kedua pemimpin ini.

Fakta dan Data saat ini menunjukan bahwa pada tahun 2020 total ruas jalan Provinsi yang selesai dikerjakan menyentuh angka 365,03 kilometer. Hal ini terus berlanjut pada tahun 2021, yang mana 518,62 kilometer boleh diaspal. Sedangkan sisa 22,35 kilometer akan selesai dikerjakan pada tahun 2022.

Ini adalah sebuah tindakan nyata yang lahir dari pemimpin yang bertekad agar NTT boleh keluar dari 'Penjara' yang sekian lama memborgol masyarakat.


Dan atas kerja nyata itu, pada tanggal 20 Desember 2021, bertepatan dengan HUT NTT yang ke-63, Provinsi ini mendapat kado terindah dari Kementerian PUPR sebagai Provinsi terbaik ketiga dalam Penilaian Kinerja Bidang Kebinamargaan Dalam Penyelenggaraan Jalan. Tentunya kado ini diberikan kepada orang-orang yang tekun dalam tindakan, bukan tekun dalam harapan.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB
X