Rumput Laut, Komoditas Unggulan Perairan NTT

- Kamis, 20 Januari 2022 | 09:55 WIB

Rendahnya tingkat pendidikan sebenarnya dapat disubstitusi melalui pemberian pelatihan dan penyuluhan tentang teknik pengembangan budidaya rumput laut.

Baca Juga: Oleh-Oleh dari Menteri KKP, Benih Kakap Hingga Bibit Rumput Laut

Namun, baru sekitar 2.858 rumah tangga (27,94 persen) yang mengatakan pernah ikut serta dalam penyuluhan. Selebihnya belajar sendiri baik, mendapat informasi dari petani lain maupun berdasarkan pengalaman.

Penyuluhan ini perlu untuk lebih ditingkatkan untuk membekali petani rumput laut terkait cara pembibitan, pemeliharaan, peningkatan hasil panen, maupun penanganan pasca panen.

Selain itu, salah satu faktor penghambat dalam upaya memaksimalkan potensi yaitu perubahan musim/iklim dan penyakit maupun hama. Musim penyakit ice-ice menjadi salah satu yang paling berpengaruh selain dari gulma, musim kemarau, maupun musim hujan yang merusak tumbuhan rumput laut.

Sayangnya, beberapa petani kurang memiliki sumber daya untuk mengatasi hal ini dan bahkan hanya bisa pasrah utamanya ketika lahannya rusak karena alam seperti badai seroja yang lalu.


Upaya Lain
Selain fokus pada upaya meningkatkan produksi, terdapat hal lain yang dapat dijadikan fokus dalam pengembangan budidaya rumput laut, seperti ketersediaan bibit, harga jual petani, pasar tujuan hasil panen, maupun hilirisasi industri.

Sebagian besar bibit yang digunakan pembudidaya rumput laut di NTT berasal dari produksi sendiri (79,19 persen). Umumnya, bibit yang digunakan merupakan bagian dari hasil panen.

Salah satu kendala dalam pengembangan budidaya rumput laut adalah keterbatasan bibit yang kontinu dan berkualitas.

Petani sering menggunakan bibit yang berulang-ulang dari sumber indukan yang sama sehingga berpotensi mengalami penurunan kualitas.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Terkini

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB
X