Rumput Laut, Komoditas Unggulan Perairan NTT

- Kamis, 20 Januari 2022 | 09:55 WIB

Intervensi penyediaan bibit unggul maupun proses kultur jaringan diperlukan untuk menjaga kualitas hasil panen demi memenuhi permintaan pasar.

Kepastian mengenai batas harga jual minimum maupun maksimum juga diperlukan untuk menjaga kesejahteraan pembudidaya dan menciptakan keadilan pasar.

Hal ini juga erat kaitannya untuk mencegah kartel harga yang rawan dilakukan secara sepihak, mengingat 94,35 persen hasil panen utamanya dijual ke pengepul.

Hilirisasi industri rumput laut juga hal yang tak kalah penting untuk meningkatkan nilai tambah secara signifikan melalui produk olahan. Saat ini, terdapat tiga pabrik pengolahan rumput laut di Kabupaten Kupang, Sabu Raijua dan Sumba Timur.

Pabrik ini mengolah rumput laut kering menjadi produk olahan setengah jadi berupa Alkali Treated Cottonii (ATC) maupun produk makanan minuman
Namun, perlu usaha lain untuk proses hilirisasi seperti menambah kawasan industri di daerah potensi rumput laut dengan menggandeng investor.

Kemudian, untuk pabrik yang ada di Sabu Raijua yang sudah lama tidak beroperasi perlu untuk segera diaktifkan kembali.

Masyarakat juga dapat dilibatkan di dalam proses pengolahan, seperti membuat makanan dan minuman yang berbahan dasar rumput laut untuk kemudian dijual.
Pada akhirnya, budidaya rumput laut di NTT bukan tidak mungkin dapat menjadi produk unggulan di masa depan, mengingat besarnya potensi yang ada.

Sinergi berbagai pihak dan stakeholder dari pemerintah sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut. Pembudidaya harus aktif turut serta dalam upaya pengembangan diri dalam rangka meningkatkan produksi dan kualitas rumput laut. ***

Marthin Fernandes Sinaga, SST. (Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Sumba Timur)

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Terkini

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB
X