Tamatkah Riwayat PT Semen Kupang?

- Selasa, 25 Januari 2022 | 22:06 WIB
 (DOK. VICTORY NEWS)
(DOK. VICTORY NEWS)

Sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain:

1). pemerintah NTT membeli saham PT PPA agar menjadi PSP;
2). PT PPA dapat menjual sahamnya ke publik agar dibeli oleh konsorsium pengusaha NTT;
3). Nilai saham(tanah) dihitung lagi secara terkini agar besar saham bisa bertambah;
4). Pemerintah NTT mendesak agar PSP mencari perusahan lain sebagai operator pengganti;
5). Pemerintah NTT meminta pemerintah pusat untuk mendapat hak kelola penuh terhadap saham BUMN/PT.PPA seperti halnya Taman Nasional Pulau Komodo;
6). Pemerintah NTT menambah nilai saham agar menjadi PSP.

Langkah-lanngkah di atas diasumsikan dapat menolong untuk menyelamatkan PTSK agar supaya tetap beroperasi.

Dari semua yang diuraikan diatas, salah satu aspek penting yang harus menjadi perhatian pemegang saham kedepan adalah soal kualitas produk (product quality).

Kita semua tentu berkesimpulan yang sama bahwa kualitas semen dari PTSK jauh di bawah Semen Bosowa, Semen Gresik, Semen Tonasa, dan hal ini bisa menjadi salah satu faktor penentu berkurangnya omzet penjualan.

Selain itu kedepan soal merek produk (brending) juga mesti bisa diupgrade agar menghapus bad image pembeli.

Pemerintah NTT sekarang ini mempunyai talenta spiritualitas yang tidak diragukan, sebab telah melakukan terobosan-terobosan spektakuler di luar standar normal yang tentu masih asing di telinga kaum birokrat karena itu sebagai regional economist, saya berkeyakinan bahwa soal PTSK mampu ditangani oleh kedua pemimpin kita yakni VBL dan JNS dalam waktu yang sesingkatnya, sebab sudah terbukti sepak terjang mereka dalam mengendarai pemerintahan ini.

Jika kita pakai istilah spritualitas bahwa bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin, maka bagi VBL dan JNS banyak hal bisa mungkin karena dilakukan dengan sungguh2 tanpa pamrih untuk kepentingan masyarakat NTT dan tentu karena Tuhan sudah buka jalan.

Karenanya kita masyarakat NTT tidak usah kuatir sebab PTSK tidak mungkin tamat riwayatnya atau mati terkubur di bumi Flobamora. ***

(Dr James Adam, MBA, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Kupang)

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB
X