Rindu Tak Tertahankan

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 11:41 WIB
Yohanes Mau
Yohanes Mau

"TUHAN, rinduku malam ini hanya satu saja, bila saat nanti izinkan aku peluk dia dan rasakan detak jantungnya yang selama ini tak menentu oleh jarak dan waktu!"


KATA-kata indah ini terinspirasi dari curhat salah satu pecinta. Selama ini ia menahan rindu terdalam untuk kekasih hatinya di negeri seberang. Negeri seberang yang tak bisa dijangkau oleh pandangan mata. Negeri seberang yang tak terseberangi untuk temu. Negeri seberang yang dibatasi oleh jurang dan bukit, lautan dan sungai.

Negeri seberang dibatasi sekat-sekat suku, bangsa, bahasa, agama, etnis, tradisi dan budaya. Negeri seberang yang tak terseberang ketika rindu kambuh di tengah malam panjang. Namun kekasih tidak hilang akal dan hanyut di dalam rindunya yang tak terseberang itu.

Ia masih punya harapan satu-satunya. Harapan itu adalah Tuhan Sang pemilik rindu. Dia menyepi ke sudut malam yang sunyi dan menyalahkan lilin kecil di pojok doa itu sambil merapal untaian doa, "Tuhan, rinduku malam ini hanya satu saja, “bila saat nanti izinkan aku peluk dia dan rasakan detak jantungnya yang selama ini tak menentu oleh jarak dan waktu!"

Rindu adalah hasrat yang kuat akan sesuatu yang memerdekakan. Rindu memiliki keinginan untuk bertemu dengan subjek yang dirindukan. Namun temu itu tak terealisir oleh jarak dan waktu yang memisahkan. Ingin terbang jauh bersama hari dan malam namun sayangnya enggan menggapai. Rindu terus membara dan melalang buana di tengah semesta yang lenggang dan tak menggapai yang dirindu. Hanya Tuhanlah satu-satunya tempat paling nyaman untuk melabuhkan rindu menyepikan rasa itu kepadaNya di sudut waktu.

Rindu tercipta berawal dari perjumpaan menjadi momen terindah untuk anak manusia bisa saling kenal dan berbagi pengalaman. Lebih dari itu mungkin saja di dalam perjumpaan pasti ada yang merasa hatinya saling menaruh perhatian satu sama lain. Maka di sini manusia bisa mulai proses berelasi dengan yang lain.

Bahkan berelasi dengan yang lain hingga menjadi teman dekat. Teman dekat artinya teman yang dijadikan sebagai tempat untuk berbagi pengalaman suka dan duka, untung dan malang, pengalaman tawa ria dan sukacita, serta pengalaman sulit yang menantang.

Di sinilah seseorang dihadapkan untuk mencari teman agar bisa meringankan beban hidupnya. Hidup ini memang keras dan mesti dilakonkan dengan lunak tapi pasti. Pandanglah yang lain sebagai aku yang lain yang siap mengisi kehampaan menjadi ada.

Ketika kedua insan merasa cocok dan telah menyatu oleh karena kesesuaian antara kedua hati yang berbeda maka di sanalah terjadi saling mencinta. Saling mencinta satu dengan yang lain. Sering terdengar ungkapan seperti ini, “dia milikku.”

Ungkapan ini di satu sisi pribadi bersangkutan telah menaruh segala hidup dan totalitas dirinya untuk figur bersangkutan dan memilikinya secara penuh. Artinya relasi yang dibangun diantara keduanya telah harmonis dan kelak akan menuai bahagia di dalam bahtera hidup rumah tangga. Tak ada orang lain yang bisa mengganggu pasangan hidup ini lagi.

Pada titik inilah orang sungguh menjalin relasi harmonis menuju tahap yang lebih serius yakni berkeluarga. Kalau kedua figur sudah saling setia maka tidak ada yang lain lagi yang akan datang untuk menggantikannya. Kecuali oleh karena suatu persoalan serius yang mau tidak mau relasi terhenti di tengah jalan. Namun kalau itu adalah cinta pertama maka dia akan abadi membekas.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Terkini

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB

Insan Pemenang

Senin, 2 Mei 2022 | 08:33 WIB

Hardiknas Dalam Bingkai Merdeka Belajar

Senin, 2 Mei 2022 | 04:30 WIB

Berempati pada Sekolah Baru

Kamis, 28 April 2022 | 04:35 WIB

Ibu dan Pesan Makna Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 12:59 WIB

Jokowi dan Kepemimpinan Pasca-2024

Selasa, 19 April 2022 | 10:39 WIB

Suara Tuhan Dari Dalam Badai

Jumat, 15 April 2022 | 14:09 WIB

Pemilu dan Pilkada Adalah Milik Rakyat

Kamis, 14 April 2022 | 09:56 WIB

Wacana Presiden Tiga Periode Apa Urgensinya

Senin, 11 April 2022 | 08:35 WIB

Guru yang Baik

Rabu, 6 April 2022 | 10:41 WIB

Dunia Keiko

Selasa, 5 April 2022 | 10:26 WIB
X