Rindu Tak Tertahankan

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 11:41 WIB
Yohanes Mau
Yohanes Mau

Rindu bisa kambuh kapan saja dan dalam situasi apa pun. Jika sudah dilanda rindu maka tidur malam tak kan pernah nyenyak. Bahkan makan enak pun tak terasa karena hati masih membara akan kekasih hati yang dulu pernah mampir pertama di lubuk hati ini.

Lalu bagaimana jalan terbaik agar tak hanyut di dalam rindu yang membara dan tak tertahankan di tengah semesta lenggang ini? Berikut beberapa tips sederhana untuk tetap kuat hadapi rindu bila ditinggal pergi oleh para kekasih pujaan hati; Pertama, Masuklah di dalam sunyi yang paling sunyi.

Sunyi artinya tanpa suara gelegar. Tidak ada lagi kata yang digaungkan dengan aneka cara kreatif. Tidak ada hiruk pikuk bunyi-bunyian ini dan itu. Sunyi tanpa segala-galanya. Yang ada hanyalah seorang diri dengan selimut rindu yang tak tertahankan.

Di dalam situasi demikian, sampaikanlah rindu kepada Tuhan dan mintalah biar Tuhan sendiri yang datang dan peluk hangatkan tubuhmu walaupun hanya satu menit saja. Saat itulah nuansa sunyi itu akan menjadi kebebasan yang membebaskan batinmu. Kedua, Kabarkanlah rasa rindumu. Kalau rindu tak tertahan lagi kabarkanlah rasa itu kepadanya lewat orang-orang dekat dari kekasihmu. Pasti dia akan meresponmu dan rindunya juga sama seperti rindumu.

Ketiga, Sebutkanlah namanya dalam doa-doa pribadimu agar dia selalu dalam keadaan baik-baik saja. Selanjutnya rasakanlah setiap denyut jantung yang berdetak bahwa cintamu masih membara dan juga cintanya masih ada untukmu.

Keterpisahanmu dengannya hanya oleh situasi hari, waktu dan jarak. Namun hatimu dan hatinya menyatu di dalam setiap darasan doa-doa harian yang tak henti-hentinya dilantunkan di awal hari dan batas senja.

Demikian beberapa sajian tips sederhana agar tak hanyut dan larut di dalam rindu. Jarak dan waktu dibatasi oleh semesta dengan segala tawarannya. Tapi rindu bisa menjangkau yang tak terjangkau. Selamat merindu dan masuklah di dalam ruang rindu agar rindu tak menghanyutkanmu bersama hari dan malam beserta tawaran musim-musimnya yang tak menentu.

 

Yohanes Mau
Alumnus Stipar Atma Reksa Ende; kini tinggal di Zimbabwe-Afrika.***

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Terkini

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB
X