Suara Tuhan Dari Dalam Badai

- Jumat, 15 April 2022 | 14:09 WIB
Pdt Dr Yuda D Hawu Haba, M.Th (Dok. victorynews.id)
Pdt Dr Yuda D Hawu Haba, M.Th (Dok. victorynews.id)

DALAM Perayaan Jumat Agung tahun ini, mari kita berefleksi dan “Mendengar Suara Tuhan Dari Dalam Badai”.

Manusia bisa mendengar kehendak Tuhan melalui suara kemenangan yang mengguntur atas musuh umat-Nya, misalnya Israel menang di Mizpa (1 Sam. 7:10). Manusia juga lebih suka mendengar suara Tuhan dalam kemenangan seperti Saul yang menang atas Amon di Yabesy (1 Sam. 11:11-15) daripada mendengar suara Tuhan dalam kemalangan seperti Saul ditolak Tuhan sebagai Raja (1 Sam.15), tetapi manusia bisa pula mendengar kehendak Allah melalui wabah penyakit sampar (Ul. 28:21; 32:24) karena ketidaktaatan umat pada-Nya.

Manusia juga kini lebih suka mendengar suara Tuhan dalam cerita kemajuan teknologi daripada dalam dampak negatif teknologinya bagi bumi pertanian, lapangan pekerjaan dan pengangguran.

Baca Juga: Via Dolorosa

Tidak hanya itu. Manusia juga lebih suka mendengar suara Tuhan dalam suksesnya program senjata militer mutakhir pemusnah massal daripada dalam jeritan banyak orang miskin dan menderita sakit, tidak bisa sekolah dan tidak mempunyai pekerjaan.

Manusia lebih suka mendengar suara Tuhan dalam naiknya tingkat pertumbuhan ekonomi daripada naiknya pertumbuhan pengangguran, stunting, jumlah orang msikin, dan lain-lain.

Manusia lebih suka mendengar suara Tuhan dalam keberhasilan industri mineral dan gas bumi daripada dalam kerusakan alam akibat ulah eksploitasi manusia.

Dalam konteks ini, kita patut belajar dari ketegaran Ayub yang mampu mendengar suara Tuhan dari dalam badai hidupnya. Istrinya berkata, “Masih bertekunkah engkau dalam kesalahanmu? Kutuklah Allahmu dan matilah. Menurut Ayub, “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? (Ay. 2:10).

Baca Juga: Cinta Kasih Yang Nyata, Refleksi Kamis Putih Romo Longinus Bone

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB
X