Suara Tuhan Dari Dalam Badai

- Jumat, 15 April 2022 | 14:09 WIB
Pdt Dr Yuda D Hawu Haba, M.Th (Dok. victorynews.id)
Pdt Dr Yuda D Hawu Haba, M.Th (Dok. victorynews.id)

Kita perlu mendengar suara Tuhan juga dari kisah rupa-rupa sakit penyakit. Sebelum ada virus Covid-19 ini, sudah lama ada berbagai wabah dunia: SARS, MERS, Flu Burung, HIV/AIDS, DBD, kemudian virus-Babi-Afrika.

Belum lagi penyakit-penyakit kronis yang sudah biasa seperti diabetes, hepatitis, jantung, paru, cancer, dst. Tetapi corona sekarang, betapa dahsyatnya! Di awal, dalam waktu 4 bulan saja, sejak Desember 2019, seluruh dunia goncang oleh ancamannya.

Negara-negara yang kuat pun tak berdaya, berturut-turut: Cina, Italia, Iran, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, tetangga-tetangga kita: Singapura, Malaysia, Filipina, dll, dan kita: Indonesia. Begitu banyak manusia yang terjangkit, diisolasi, dirawat, cukup banyak yang meninggal, walau memang, lebih banyak yang sembuh.

Baca Juga: Rayakan Misa Kamis Putih, Imam di Lembata Basuh dan Ciumi Kaki Umat

Sampai 20 Maret 2020, sudah 100 lebih negara di dunia terinfeksi virus corona. Ada 203.568 kasus; meninggal 8.225 orang, dan sembuh 82.866 org. Grafik total kasus dan total meninggal, Januari-Maret 2020, meningkat tajam. Indonesia sendiri, sudah 309 kasus (bertambah 82); 25 pasien meninggal, 115 sembuh. NTT: masih steril dari wabah Covid-19, tetapi sudah ada 41 ODP, (Kota Kupang 18; Kabupaten Kupang 2; Lembata 2; Manggarai Barat 7; Sikka 12).

Data Maret 2022: Jawa Barat 2.714 kasus; Jawa Tengah 1.776 kasus; DKI Jakarta 1.706 kasus; Jawa Timur 904 kasus; NTT 886 kasus; DI Yogyakarta: 797 kasus; Banten 653 kasus; Kalimantan Barat 410 kasus; Kalimantan Timur 387 kasus; Sulawesi Tengah 282 kasus; Maluku 4 kasus.

Sementara itu, suasana global ketakutan, kepanikan, kecemasan, pembatasan kontak-langsung (social distancing), malah beberapa negara sudah menutup pintu masuk (lock-down). Indonesia belum, walau sudah ada suara supaya Indonesia juga ikut.

Kebijakan social distancing global berakibat tempat-tempat umum menjadi sepi. Destinasi wisata, hotel, airline, tempat-tempat ibadah, sekolah, beberapa momen olah-raga nasional dan dunia ditunda/dibatalkan.

Secara Nasional, perjalanan-perjalanan dinas keluar negeri dan dalam negeri ditunda. ASN diminta bekerja dari rumah. Gubernur NTT mulai melarang kunjungan ASN keluar daerah; dan menutup perbatasan dengan Timor Leste.

Baca Juga: Ada Balita 3 Tahun di Antara 18 Korban Lakalantas di Papua Bapua Barat

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pancasila Menjadi Arah Kebijakan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 05:15 WIB

Perang Atensi Terhadap Reels

Senin, 1 Agustus 2022 | 14:29 WIB

Cegah Stunting Itu Penting

Rabu, 20 Juli 2022 | 07:40 WIB

Titipan Bekal Buat Para Pemimpin

Senin, 4 Juli 2022 | 14:13 WIB

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB
X