Jokowi dan Kepemimpinan Pasca-2024

- Selasa, 19 April 2022 | 10:39 WIB
Umbu TW Pariangu (Dok. victorynews.id)
Umbu TW Pariangu (Dok. victorynews.id)

KALAU pedagang di Pasar Penfui ramai-ramai meneriakkan Jokowi tiga periode saat kunjungan orang nomor satu RI beberapa waktu lalu di Kupang, itulah ekspresi kegaguman spontan wong cilik terhadap kepemimpinan presidennya.

Mereka, dalam suasana kebatinan yang guyub dan haru menyambut kedatangan pemimpin idolanya untuk kesekian kalinya di daerah mereka yang sebelumnya jarang sekali dikunjungi pemimpin sekelas presiden.

Rakyat kecil tak paham apa artinya in-konstitusional, tentang yang namanya pelanggaran prinsip demokrasi atau soal sirkulasi kepemimpinan yang tercederai dan lain sebagainya.

Satu yang rakyat tahu, kepemimpinan yang memihak, berbela rasa, yang tak pernah mereka jumpai sebelumnya menyublim dalam diri politisi kelahiran Kota Solo itu.

Baca Juga: Dukung Presidensi G20, Kemenparekraf Gelar Event Parekraf 2022

Jadi tak usahlah para penolak tiga periode Jokowi menanggapi seruan rakyat kecil tersebut dengan serius amat. Suara mereka tulus dan jujur.

Suara yang sama sekali jauh dari pikiran-pikiran pragmatis para elite atau pemodal yang kerap melihat segala sesuatu dari keuntungan ekonomi-politik dan hendak menumpangi suara murni rakyat.

Hanya penjelasan psiko-sosial yang bisa memberikan keterangan secara jernih terhadap fenomena tersebut, sehingga kemudian kita pada akhirnya memahami bahwa itu adalah ekspresi demokrasi populis yang juga harus dihargai, sekaligus kritik terhadap masa depan kepemimpinan.

Humanis
Pemimpin yang menunjukkan teladan sebagaimana David Walker menunjuk example is leadership sebagai kriteria kepemimpinan futuris. Sebuah model kepemimpinan yang juga potensial menyatukan pemimpin dan rakyat dalam selimut kemanusiaan tanpa distansi. Saya kira, Jokowi sudah memulai itu: menghumaniskan rakyat lewat orientasi berbagai kebijakannya yang menembus batas-batas minoritas dan memupuk modal sosial.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB
X