Ibu dan Pesan Makna Kartini

- Kamis, 21 April 2022 | 12:59 WIB
Yohanes Mau, Warga Diaspora Timor di Zimbahwe, Afrika.
Yohanes Mau, Warga Diaspora Timor di Zimbahwe, Afrika.

21 April adalah moment bersejarah yang sarat makna di dalam buku sejarah hidup bangsa Indonesia. Hari ini dikenang dan dirayakan sebagai hari Kartini.

Di dalam peringatan Kartini ini dikenang akan seorang perempuan yang mengorbankan diri dengan segala rasa cinta yang ada di dalam hatinya, dengan segala bakti, yang dapat diamalkannya, itulah perempuan yang patut disebut sebagai “Ibu” dalam arti sebenarnya.

Berkisah tentang ibu berarti berkisah tentang kehidupan yang telah diperjuangkan dengan sakit, tetes air mata, dan keringat di jalan panjang ziarah hidup manusia.

Mendengar kata ibu adalah kata yang penuh makna dan menyejukkan hati. Hati gerangan siapakah yang tidak mencair dan meleleh ketika dengar kata ibu di tengah badai hidup ini? Ibu adalah panggilan yang takzim kepada wanita yang sudah bersuami maupun belum.

Baca Juga: Ini Link Twibbone Hari Kartini

Ibu itu adalah figur yang memiliki rangkulan hangat kasih kepada anak-anak. Hatinya putih bagai salju di tengah panasnya musim kemarau hidup manusia.

Artinya walaupun di dalam hembusan napas hidup selalu saja berhadapan dengan realitas yang diwarnai dengan kesulitan dan tantangan Ibu tetap bernama ibu. Ibu mengalirkan kasih yang penuh dan utuh tak terbagi. Ibu memberi hingga tuntas.

Ibu siapakah yang pernah katakan kepada anaknya ketika ia sedang disakiti oleh anak-anaknya? Tidak ada. Ibu adalah sosok yang setia menyimpan rahasia cintanya di dalam lubuk hatinya yang terdalam.

Dari hatinya yang besar itulah mengalirlah energi cinta yang menjamah setiap hati anaknya dengan belaian kasih yang utuh. Ibu lukisan hati yang setia berjalan di ziarah panjang.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB
X