Hardiknas Dalam Bingkai Merdeka Belajar

- Senin, 2 Mei 2022 | 04:30 WIB
RD Antonius Kapitan (Instagram @tony_kapitan)
RD Antonius Kapitan (Instagram @tony_kapitan)

TANGGAL 02 Mei kembali menyapa putera-puteri Indonesia. Berdasarkan Keppres RI Nomor 316 Tahun 1959, tanggal 02 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Penetapan ini bertepatan dengan hari lahirnya Ki Hajar Dewantara yang dikenal masyarakat Indonesia sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

Patut dicatat, perayaan Hardiknas tidak akan pernah terlepas dari komitmen, perjuangan dan jasa Ki Hajar Dewantara dalam memajukan Pendidikan Indonesia.

Maka bertepatan dengan perayaan Hardiknas 2022, saya mengurai gagasan seputar Hardiknas dalam bingkai semangat Merdeka Belajar yang digaungkan mas Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, dengan terlebih dahulu mengulas secara singkat Hardiknas dan Ki Hajar Dewantara.

Hardiknas dan Ki Hajar Dewantara
Sejarah mencatat, ketika Indonesia masih masih berada dalam cengkeraman penjajah, Ki Hajar Dewantara, salah satu putera terbaik ibu pertiwi yang sangat prihatin dengan pendidikan anak-anak bangsa berusaha untuk memajukan pendidikan putera-puteri ibu pertiwi dengan mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922.

Baca Juga: Masjid Tertua di Kota Kupang dan Memori Persaudaraan Antar Agama

Kehadiran Taman Siswa tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mendidik anak-anak Indonesia dari kalangan masyarakat biasa yang sulit sekali mendapatkan akses pendidikan formal pada zaman penjajah.

Tekad sang pendiri Taman Siswa tersebut adalah menumbuhkan rasa kebangsaan (Indonesia) dalam diri peserta didik (anak-anak Indonesia) sedemikian, hingga mereka memiliki rasa cinta yang besar kepada bangsa dan tanah air (Indonesia) dan dengan itu, mereka pun merapatkan barisan dan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk kemerdekaan Indonesia.

Untuk menggapai tekad tersebut, Ki Hajar Dewantara mengemukakan semboyan pendidikan Taman Siswa yang masih tetap lestari hingga kini yakni, ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan).

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:29 WIB

Teknologi, Realitas, dan Identitas Manusia

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:03 WIB

Rambut Panjang Vs Penegakan Disiplin Sekolah

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:41 WIB

Berdiri di Tengah Terjangan Badai Inflasi

Jumat, 13 Mei 2022 | 07:18 WIB

Akan Ke Manakah Lulusan SMA/SMK Tahun Ini?

Senin, 9 Mei 2022 | 13:22 WIB

Mewaspadai Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Sabtu, 7 Mei 2022 | 21:18 WIB
X