Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

- Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB
Sr. Yuliana Lese Geken, RCM, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Citra Bangsa Kupang.  (Dok. victorynews.id)
Sr. Yuliana Lese Geken, RCM, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Citra Bangsa Kupang. (Dok. victorynews.id)

KONDISI bahasa daerah di NTT saat ini mulai memprihatinkan. Betapa tidak, sejumlah bahasa daerah berada di ujung tanduk kepunahan.

Diperkirakan satu dekade mendatang, beberapa bahasa daerah dengan jumlah penutur yang sedikit bakal menghilang.

Hal ini disebabkan oleh perkembangan sosial media, situasi politik, kontak budaya, dan banyak faktor lainnya.

Seperti dilansir dari PikiranRakyat.com, UNESCO secara resmi mengatakan hampir 2.500 bahasa di seluruh dunia ada di ambang kepunahan.

Menurut Oguz, Ketua Komisi Nasional Turki untuk UNESCO, hal demikian disebabkan oleh jumlah penuturnya yang sangat sedikit.

Baca Juga: Bahasa Ibu Dalam Pembelajaran, Hasil Survei 50 Persen ada di Kabupaten Nagekeo

Hal lain yang terjadi adalah kebanyakan bahasa lokal hanya dituturkan oleh orang setempat. Bahasa lokal pun tidak memiliki struktur tata tulisan yang benar.

Untuk wilayah NTT, dalam penelitian yang dilakukan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tercatat ada 72 bahasa daerah yang ada di seluruh wilayah kabupaten/kota di NTT.

Dari 72 bahasa daerah tersebut, 14 di antaranya sudah menghampiri kepunahan.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pancasila Menjadi Arah Kebijakan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 05:15 WIB

Perang Atensi Terhadap Reels

Senin, 1 Agustus 2022 | 14:29 WIB

Cegah Stunting Itu Penting

Rabu, 20 Juli 2022 | 07:40 WIB

Titipan Bekal Buat Para Pemimpin

Senin, 4 Juli 2022 | 14:13 WIB

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB
X