Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

- Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB
Sr. Yuliana Lese Geken, RCM, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Citra Bangsa Kupang.  (Dok. victorynews.id)
Sr. Yuliana Lese Geken, RCM, Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Citra Bangsa Kupang. (Dok. victorynews.id)

Hal ini bisa terjadi karena adanya kerja sama yang baik antara pemerintah daerah setempat dan masyarakat yang sangat peduli dan sadar akan pentingnya kekayaan bahasa dan budaya mereka. Bali patut menjadi model pelestarian bahasa daerah di NTT.

Saat ini, kita patut bersyukur karena Pemerintah Provinsi NTT telah bergerak untuk merevitalisasi bahasa daerah dengan mengizinkan anak-anak untuk belajar bahasa daerah pada kelas-kelas awal, dengan berlandaskan bahwa anak-anak dapat mengerti dan belajar lebih baik saat mengetahui bahasa daerah.

Baca Juga: NTT Nomor 8 Provinsi Paling Suka Membaca di Indonesia

Dikutip dari BPMP NTT Kupang, 24 Februari 2022, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mendukung penggunaan bahasa daerah (bahasa ibu) dalam pembelajaran kelas awal di NTT.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz pada seminar daring bertajuk “Penggunaan Bahasa Ibu dalam Pembelajaran Kelas Awal”.

Acara yang digelar ini untuk menyambut Hari Bahasa Ibu Internasional yang terselenggara atas kerja sama antara Kantor Bahasa NTT, Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Dengan demikian, diharapkan agar Pemerintah Provinsi NTT berperan aktif dalam mewujudkan pemertahanan (pelestarian) bahasa daerah melalui berbagai kebijakan dan program kebahasaan.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Kota Kupang Optimis Target BIAN Tahun 2022 di Atas 90 Persen

Seluruh lapisan masyarakat, utamanya anak-anak muda selaku penerus bangsa, harus juga mendukung pemerintah dengan menggunakan bahasa daerah, dan berani menantang diri dan rekannya untuk melestarikan bahasa daerah lewat karya-karya seni, seperti halnya mencipta lagu-lagu, puisi ataupun pantun dalam bahasa daerah.

Anak-anak muda zaman now harus lebih giat memanfaatkan media sosial untuk memasyarakatkan bahasa daerah.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kedaulatan Pangan di Tangan Petani

Jumat, 9 September 2022 | 09:42 WIB

Panggilan Menularkan Literasi

Jumat, 9 September 2022 | 09:38 WIB

Bahaya Digitalisasi Chanel TV Indonesia

Senin, 5 September 2022 | 14:41 WIB

Membangun Kembali Fondasi Sepak Bola NTT

Senin, 22 Agustus 2022 | 09:45 WIB

Tantangan Penjabat Wali Kota Kupang

Senin, 22 Agustus 2022 | 06:00 WIB

Jadi Kita (Indonesia) Belum Merdeka?

Jumat, 19 Agustus 2022 | 06:15 WIB

Pancasila Menjadi Arah Kebijakan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 05:15 WIB

Perang Atensi Terhadap Reels

Senin, 1 Agustus 2022 | 14:29 WIB

Cegah Stunting Itu Penting

Rabu, 20 Juli 2022 | 07:40 WIB

Titipan Bekal Buat Para Pemimpin

Senin, 4 Juli 2022 | 14:13 WIB
X