Ende

- Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB
Ansel Deri, Penulis (Dok Penulis)
Ansel Deri, Penulis (Dok Penulis)

Ansel Deri

KABUPATEN Ende kembali mencatat sejarah baru. Joko Widodo (Jokowi) akan menginjakkan kaki di Ende, sebuah kota tua yang dikoleksi Flores atau Pulau Bunga seturut baptisan Bangsa Portugis. Jokowi menjadi presiden kedua dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat setelah Presiden Pertama Ir Soekarno (Bung Karno). Dalam beberapa hari belakangan, ingatan dan mata publik tertuju ke Ende, Flores.

Bung Karno, kita tahu, diasingkan di Ende kurun waktu 1934-1938 dan menjadi kota kenangan sang Proklamator yang sudah puluhan tahun mengisi rongga batin bukan saja masyarakat Ende tetapi NTT dan Indonesia. Sepenggal kisah perjalanan Bung Karno dalam lambung KM Van Riebeck dari Surabaya, Jawa Timur selama delapan hari hingga merapat di dermaga Ende (kini Pelabuhan Bung Karno) pada 14 Januari 1934 selalu dalam memori kolektif ata (orang) Ende.

Begitu pula warga Flores hingga Lembata serta Alor, dan NTT umumnya. Kerabat Almarhum H Abdullah Amburawu di Kampung Ambugaga, Kelurahan Kotaraja tentu bangga, rumah mereka pernah didiami Bung Karno bersama sang istri Inggit Garnasih, mertuanya Amsi, dan anak angkat Ratna Djuami. Keberadaan Bung Karno selama empat tahun pembuangan di Ende juga tentu menjadi kepingan sejarah dan kenangan indah anak-anak serta cucu sang Proklamator.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo ke Ende, Begini Kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat

Menyebut Ende, sejarah tentu mencatat rapi. Ende tentu tak asing lagi. Kabupaten itu berada dalam deretan jalur gunung berapi seperti Gunung Iya yang terletak di atas ketinggian 637 di atas permukaan laut (dpl) dan Mutubusa (1.690 dpl). Ende juga berada di bagian tengah daratan Flores.

Ende juga berada di bagian tengah Flores dan sejumlah kabupaten dan pulau dari ujung barat yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur serta Pulau Adonara dan Solor (Flores Timur) serta Kabupaten Lembata dan Alor serta pulau-pulau eksotik di nusa kenari.

Sejarah baru

Namun, apa makna di balik kunjungan itu bagi Ende dan Nusa Tenggara Timur serta Indonesia? Jawaban atas pertanyaan itu dapat dibaca atau ditelusuri aspek berikut. Pertama, Presiden Jokowi sungguh menunaikan janjinya menyambangi Ende seperti janjinya di hadapan Gubernur Nusa Tenggara Timur sekaligus Ketua PDI Perjuangan Frans Lebu Raya (alm).

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kedaulatan Pangan di Tangan Petani

Jumat, 9 September 2022 | 09:42 WIB

Panggilan Menularkan Literasi

Jumat, 9 September 2022 | 09:38 WIB

Bahaya Digitalisasi Chanel TV Indonesia

Senin, 5 September 2022 | 14:41 WIB

Membangun Kembali Fondasi Sepak Bola NTT

Senin, 22 Agustus 2022 | 09:45 WIB

Tantangan Penjabat Wali Kota Kupang

Senin, 22 Agustus 2022 | 06:00 WIB

Jadi Kita (Indonesia) Belum Merdeka?

Jumat, 19 Agustus 2022 | 06:15 WIB

Pancasila Menjadi Arah Kebijakan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 05:15 WIB

Perang Atensi Terhadap Reels

Senin, 1 Agustus 2022 | 14:29 WIB

Cegah Stunting Itu Penting

Rabu, 20 Juli 2022 | 07:40 WIB

Titipan Bekal Buat Para Pemimpin

Senin, 4 Juli 2022 | 14:13 WIB
X