Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

- Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB
Magdalena Yuanita Wake (victorynews.id)
Magdalena Yuanita Wake (victorynews.id)


Pemilihan umum (Pemilu) sudah tak lama lagi. Persiapan dan penyelenggaraan Pemilu 2024 didasarkan pada 2 UU yang berbeda, yaitu UU 1/2015 beserta perubahannya (UU Pemilihan) dan UU 7/2017 (UU Pemilu). Pemilu dengan format yang sama dengan Pemilu 2019 dan Pemilihan Serentak secara nasional akan dilaksanakan pada tahun yang sama di Tahun 2024, dimana Pemilu akan diselenggarakan pada 28 Februari 2024 dan Pemilihan pada 27 November 2024.

Namun, salah satu isu besar dari pesta demokrasi ini, ialah pemilih pemula: siapa mereka, dimana mereka berada dan bagaimana perspektif mereka tentang pemilu?

Pemilih pemula tidak dapat dianggap sepeleh dalam ajang Pemilu dan Pemilihan karena selain jumlah mereka yang besar, kelompok ini juga gampang sekali dipengaruhi dengan pencitraan, hoax maupun berbagai informasi yang bertujuan untuk memikat mereka terhadap tokoh atau partai tertentu.

Anak remaja dan pemuda yang secara usia masih labil akan mudah terpapar dengan informasi-informasi yang menyesatkan dan cenderung menerima informasi-informasi itu sebagai kebenaran tanpa perlu dikaji dengan baik.

Ditambah lagi kecenderungan ikut-ikutan teman atau geng tertentu akan membuat mereka sangat solid memegang pilihan bersama, dan cenderung menolak klarifikasi apapun.


Siapa
UU Pemilu Bab IV Pasal 198 (ayat) 1, pemilih pemula adalah Warga Negara Indonesia yang pada hari pemungutan suara sudah genap berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah kawin, yang mempunyai hak memilih.

Adapun pemilih pemula ini memiliki ciri-ciri, yiatu: pertama, mereka merupakan Warga Negara Indonesia dan pada hari pemungutan sudah berusia 17 tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin; kedua, mereka baru akan mengikuti pemilu (memberikan suara) pertama kalinya sejak pemilu diselenggarakan di Indonesia; dan ketiga, mereka mempunyai hak memilih dalam penyelenggaraan pemilu. Dengan demikian, pemilih pemula bisa saja pelajar, mahasiswa, pekerja pemula, ataupun mereka yang tidak ada dalam ketiga kategori ini karena tidak bersekolah dan tidak sedang bekerja.

Biasanya kategori yang terakhir ini memiliki keunikan tersendiri, selain karena jumlahnya yang banyak juga karena partisipasi mereka yang cenderung pasif dalam kepemiluan.

 

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pancasila Menjadi Arah Kebijakan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 05:15 WIB

Perang Atensi Terhadap Reels

Senin, 1 Agustus 2022 | 14:29 WIB

Cegah Stunting Itu Penting

Rabu, 20 Juli 2022 | 07:40 WIB

Titipan Bekal Buat Para Pemimpin

Senin, 4 Juli 2022 | 14:13 WIB

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB
X