Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

- Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB
Magdalena Yuanita Wake (victorynews.id)
Magdalena Yuanita Wake (victorynews.id)

Salah satu syarat itu bisa berupa penyembelihan binatang tertentu dengan spesifikasi tertentu pula. Jika syarat-syarat sakral ini ada yang tidak terpenuhi/dilanggar, maka kebun tersebut diyakini tidak akan memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan.

Pada akhirnya, masyarakat akan berhadapan dengan ancaman kelaparan karena gagal panen dan sebagainya. Pemilu idealnya wajib dipandang sakral dilakukan dengan benar. Nilai keabsahannya (sakral/tidaknya) diletakkan pada ketaatan semua pihak melaksanakan pemilu sesuai asas LUBER itu.

Dengan kata lain, jika ada salah satu unsur dalam asas LUBER yang dilanggar, maka akan ada ancaman bahaya, dimana pemerintahan yang dihasilkan dari pemilu tidak akan mampu mengsejahterakan rakyatnya, bahkan bisa jadi membawa masyarakat menuju kemiskinan yang semakin parah.

Pemilih kemudian akan dengan sadar dan taat memilih tokoh atau partai politik yang benar-benar diyakini mampu mengsejahterakan mereka.

Selain budaya, akses masyarakat terhadap informasi bidang kepemiluaan juga merupakan indikator penentu penting lainnya. Pemilih pemula NTT perlu disajikan informasi tentang apa itu pemilu, mengapa harus memilih dengan asas LUBER, bagaimana profil tokoh dan partai politik yang akan dipilih, serta bagaimana memastikan pemilu berjalan dengan baik dan benar, NTT adalah provinsi kepulauan yang penduduknya tinggal hingga di pulau-pulau dan daerah pegunungan yang sulit dijangkau.

Harapannya, para pemilih termasuk pemilih pemula yang tinggal di daerah terpencil ini terpapar pula informasi-informasi ini karena informasi-informasi inilah yang mendasari keinginan masyarakat untuk menjaga kesakralan pemilu.

Pemilu dan Pemilihan serentak di 2024 adalah pesta demokrasi yang harus dinikmati bersama oleh semua warga Negara Indonesia, termasuk remaja dan pemuda yang akan perdana menggunakan hak pilihnya nanti.

Keutuhan dan kedaulatan bangsa juga menjadi taruhannya, apabila kelompok ini tidak dianggap penting untuk menegakkan demokrasi sebagai napas hidup berbangsa dan bernegara Indonesia.

Penyelenggara pemilu dan semua pihak perlu melakukan kerja-kerja kolaboratif yang membuka partisipasi aktif para Pemilih Pemula agar sebagai generasi penerus bangsa, mereka merasa memiliki Negara salah satunya melalui ajang Pemilu dan Pemilukada.

(Magdalena Yuanita Wake)

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fenomena Belis: Wajah Baru Kekerasan?

Jumat, 25 November 2022 | 13:25 WIB

Observatorium Nasional Timau

Rabu, 2 November 2022 | 15:00 WIB

Regsosek: Optimisme Program Perlindungan Sosial

Senin, 17 Oktober 2022 | 14:22 WIB

Literasi: Batu Sendi Kompetensi dan Prestasi

Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:59 WIB

Pelajaran Berharga Stunting yang Dianggap Spot Wisata

Senin, 10 Oktober 2022 | 09:50 WIB

Bahasa Inggris dalam UU Sisdiknas

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 13:26 WIB

Kedaulatan Pangan di Tangan Petani

Jumat, 9 September 2022 | 09:42 WIB

Panggilan Menularkan Literasi

Jumat, 9 September 2022 | 09:38 WIB

Bahaya Digitalisasi Chanel TV Indonesia

Senin, 5 September 2022 | 14:41 WIB

Membangun Kembali Fondasi Sepak Bola NTT

Senin, 22 Agustus 2022 | 09:45 WIB

Tantangan Penjabat Wali Kota Kupang

Senin, 22 Agustus 2022 | 06:00 WIB

Jadi Kita (Indonesia) Belum Merdeka?

Jumat, 19 Agustus 2022 | 06:15 WIB
X