Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

- Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB
Yuanita Wake (Dok. Pribadi)
Yuanita Wake (Dok. Pribadi)




Persiapan menjelang pemilihan umum (pemilu) sudah mulai terlihat baik secara nasional maupun di provinsi. Saat ini telah dilantik para Komisioner KPU dan BAWASLU RI di tingkat nasional, sementara Tim Seleksi Calon Anggota Bawaslu Provinsi telah terbentuk, salah satunya di NTT.

Berbagai persiapan lainnya juga sedang dilakukan baik oleh KPU maupun BAWASLU di berbagai tingkatan.

Pemilih milenial menjadi salah satu kelompok yang sedang disasar oleh kedua lembaga penyelenggara pemilu ini.

Atas alasan itu, penting sekali memastikan bagaimana eksistensi anak muda dalam mengawal penyelenggaraan pemilu demi menuju Indonesia sejahtera.

Hal ini juga penting dalam rangka menjamin hadirnya keadilan pemilu di Indonesia, ynag bermuara pada bagaimana menegakkan hak pilih warga negara yang dicirikan dengan: pertama, kemurnian hak pilih warga. Kedua, suara yang dimandatkan terfasilitasi dengan baik oleh penyelenggara pemilu. Dan ketiga, peserta pemilu menghormati kehendak bebas warga Negara memilih wakilnya.

Kemurnian Hak Pilih
Dalam rangka menjamin pelaksanaan Pemilu berjalan secara langsung umum, bebas, rahasia, jujur dan adil di Indonesia, maka diperlukan hadirnya keadilan Pemilu, salah satunya melalui kemurnian hak pilih.

Kemurnian hak pilih mengamantkan bahwa suara yang diberikan seorang pemegang hak pilih untuk memilih tokoh dan partai politik tertentu berasal dari pengethauan tentang latar belakang tokoh dan partai politik tersebut, serta keyakinan bahwa pilihan tokoh dan partai politik tersebut adalah pilihan yang terbaik di antara berbagai pilihan yang ada.

Kemurnian hak pilih juga memberikan pesan, bahwa tidak boleh ada tindakan negatif yang mempengaruhi seorang pemegang hak pilih memberikan suaranya. Berbagai berita hoax, berbagai pola kampanye hitam bahkan intimidasi dilarang terjadi untuk mempengaruhi pilihan seorang pemegang hak pilih.

Sebagaimana secangkir Kopi Arabika dari Manggarai akan terasa tetap Kopi Arabika Manggarai jika saat diseduh dengan air panas mendidih, tidak ditambahkan gula, susu ataupun zat lainnya yang membuat hilang kadar kemurnian kopi itu.

Lalu mengapa anak muda pemilih milenial perlu mengetahui tentang kemurnian hak pilih ini? Jika melanjutkan pengandaian kemurnian Kopi Arabika Manggarai sebelumnya, maka bagi pencinta Kopi Arabika akan sangat tahu apakah kopi yang ia minum itu Arabika murni ataukah sudah tercampur dengan bahan lainnya.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pancasila Menjadi Arah Kebijakan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 05:15 WIB

Perang Atensi Terhadap Reels

Senin, 1 Agustus 2022 | 14:29 WIB

Cegah Stunting Itu Penting

Rabu, 20 Juli 2022 | 07:40 WIB

Titipan Bekal Buat Para Pemimpin

Senin, 4 Juli 2022 | 14:13 WIB

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB
X