Pemilu Inklusi 2024

- Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB
Magdalena Yuanita Wake (victorynews.id)
Magdalena Yuanita Wake (victorynews.id)



Pemilihan Umum (Pemilu) adalah sarana utama dalam Negara demokrasi bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya baik di eksekutif maupun legislatif.

Selain dilaksanakan dengan asas langsung, umum, bebas dan rahasia, pemilu harus juga diselenggarakan tanpa diskriminasi.

Artinya, semua pemegang hak pilih harus mendapatkan jaminan dalam menjalankan hak suaranya, baik memilih maupun dipilih.

Warga Negara dengan disabilitas yang sudah berhak memilih, wajib dilindungi haknya. Lalu bagaimana profil mereka serta realita pemilu yang inklusi itu?

Penyelenggaraan Pemilu Inklusi
Inklusif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah bertarung karakter unik.

Karakter unik sendiri merujuk pada kondisi tertentu yang tidak biasa dijumpai, termasuk adanya hambatan baik secara fisik maupun psikis seseorang untuk berinteraksi dengan sesama.

Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa pemilu yang adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, wajib inklusi dengan memastikan bahwa penyandang disabilitas juga terfasilitasi dengan baik hak politiknya.

Dilansir dari News Republica online pada Selasa, 5 Oktober 2021, disebutkan data pemilih disabilitas yang dirilis KPU dan BAWASLU RI per akhir Juni 2021 sebanyak 23 juta orang atau 10% dari jumlah penduduk Indonesia saat itu.

Hakikatnya, 23 juta pemilih disabilitas ini memiliki hak yang sama baik dalam memilih dan dipilih bahkan terlibat dalam penyelenggaraan pemilu dengan ikut bergabung dengan jajaran KPU dan BAWASLU.

Namun, pelibatan ini tentu harus dengan memperhatikan keterbatasan yang dimiliki para penyandang disabilitas. Yang utama sesungguhnya ada pada kemauan KPU untuk menjamin pesta demokrasi rakyat ini juga mereka nikmati.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pancasila Menjadi Arah Kebijakan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 05:15 WIB

Perang Atensi Terhadap Reels

Senin, 1 Agustus 2022 | 14:29 WIB

Cegah Stunting Itu Penting

Rabu, 20 Juli 2022 | 07:40 WIB

Titipan Bekal Buat Para Pemimpin

Senin, 4 Juli 2022 | 14:13 WIB

Generasi Milenial dan Guru

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:06 WIB

Pemilu Inklusi 2024

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:07 WIB

Ancaman Gangguan Saraf pada Penderita Diabetes

Sabtu, 18 Juni 2022 | 05:00 WIB

Mengenang Gerson Poyk

Jumat, 17 Juni 2022 | 11:50 WIB

Eksistensi Anak Muda dalam Pengawasan Pemilu

Kamis, 16 Juni 2022 | 14:34 WIB

Quo Vadis Kompetensi Kepribadian Guru?

Selasa, 7 Juni 2022 | 21:50 WIB

Pemilih Pemula: Siapa, Di mana dan Bagaimana?

Senin, 6 Juni 2022 | 11:57 WIB

Ende

Selasa, 31 Mei 2022 | 22:42 WIB

Melestarikan Bahasa Daerah di Zaman Now

Senin, 30 Mei 2022 | 18:02 WIB

Jalan Neraka Jadi Jalan Anton Enga Tifaona

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:02 WIB

Pemasungan Demokrasi

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:53 WIB

Lembata dan Marsianus Setelah Sunday

Senin, 23 Mei 2022 | 07:59 WIB
X