Penanganan Stunting PR Bagi Kita Semua (Refleksi Peringatan Hari Keluarga Nasional 2022)

- Rabu, 29 Juni 2022 | 10:19 WIB
Yohanes Dion, S.Kep.,Ns.,M.Kes. Dosen Prodi Ners Universitas Citra Bangsa Kupang (Dok.pribadi)
Yohanes Dion, S.Kep.,Ns.,M.Kes. Dosen Prodi Ners Universitas Citra Bangsa Kupang (Dok.pribadi)

MASALAH kesehatan anak merupakan masalah utama di Indonesia dan Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya. Stunting dan gizi buruk merupakan masalah kesehatan anak yang menimbulkan hambatan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Penyebab utama Stunting dan Gizi Buruk yakni gangguan pemenuhan nutrisi pada anak. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak di NTT disebabkan pola asuh yang buruk, sanitasi serta tingginya status kemiskinan.

Sehingga Stunting dan gizi buruk mengakar pada masyarakat NTT yang diperparah dengan mental masyarakat yang selalu mengharapkan bantuan pemerintah tanpa usaha dan kesadaran serius dari masyarakat untuk memaksimalkan peran kehidupan demi tercapainya kualitas hidup yang lebih baik.

Keberhasilan pembangunan kesehatan dapat dilihat dari indikator yang digunakan untuk menilai derajat kesehatan suatu bangsa, yaitu mortalitas (kematian), status gizi dan morbiditas (kesakitan). Masalah gizi merupakan sindrom kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan juga menyangkut aspek pengetahuan serta perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat.

Baca Juga: SMP Negeri 5 Kota Komba di Manggarai Timur Gelar In House Training Program Sekolah Penggerak

Saat ini, masalah kesehatan anak masih merupakan masalah nasional yang perlu mendapatkan prioritas utama karena sangat menentukan bagaimana kualitas sumber daya manusia pada generasi mendatang menuju era 4.0.


Status gizi adalah keadaan kesehatan individu atau kelompok yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik akan energi dan zat-zat gizi yang diperoleh dari zat pangan atau makan yang dampak fisiknya dapat diukur dengan antropometri. Salah satu pengukuran antropometri yang digunakan dalam mengklasifikasikan status gizi yaitu berdasarkan berat badan dan panjang badan (BB/PB) anak.

Data dari WHO, di seluruh dunia, 178 juta anak di bawah usia lima tahun diperkirakan mengalami pertumbuhan terhambat karena stunting.


Data Badan Pusat Statistik (2019) menunjukan angka kasus gizi pada balita tertinggi terjadi di Provinsi NTT dan terus mengalami peningkatan dari tahun 2016 (28,25%), 2017 (28,30%) pada 2018 meningkat menjadi 35,4%.


Kelompok Kerja (Pokja) pencegahan dan penanganan stunting Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, trend persentase balita stunting di NTT tahun 2018-2020 konsisten menurun. Catatan penurunan angka stunting di Wilayah Nusa Tenggara Timur dari 35,4 % pada tahun 2018, menjadi 30,3 % pada tahun 2019, dan secara konsisten terus menurun pada tahun 2020 menjadi 28,2 %. 16 dari 22 Kabupaten-Kota menunjukan penurunan dalam satu tahun 2019-2020 yakni, Kabupaten Sumba Tengah (12,9 %), Kabupaten TTU (6,9 %), Alor (5,4 %), Rote Ndao (5,4 %), dan Kabupaten TTS (4 %).

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fenomena Belis: Wajah Baru Kekerasan?

Jumat, 25 November 2022 | 13:25 WIB

Observatorium Nasional Timau

Rabu, 2 November 2022 | 15:00 WIB

Regsosek: Optimisme Program Perlindungan Sosial

Senin, 17 Oktober 2022 | 14:22 WIB

Literasi: Batu Sendi Kompetensi dan Prestasi

Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:59 WIB

Pelajaran Berharga Stunting yang Dianggap Spot Wisata

Senin, 10 Oktober 2022 | 09:50 WIB

Bahasa Inggris dalam UU Sisdiknas

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 13:26 WIB

Kedaulatan Pangan di Tangan Petani

Jumat, 9 September 2022 | 09:42 WIB

Panggilan Menularkan Literasi

Jumat, 9 September 2022 | 09:38 WIB

Bahaya Digitalisasi Chanel TV Indonesia

Senin, 5 September 2022 | 14:41 WIB

Membangun Kembali Fondasi Sepak Bola NTT

Senin, 22 Agustus 2022 | 09:45 WIB

Tantangan Penjabat Wali Kota Kupang

Senin, 22 Agustus 2022 | 06:00 WIB

Jadi Kita (Indonesia) Belum Merdeka?

Jumat, 19 Agustus 2022 | 06:15 WIB

Pancasila Menjadi Arah Kebijakan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 05:15 WIB
X