Titipan Bekal Buat Para Pemimpin

- Senin, 4 Juli 2022 | 14:13 WIB
Penulis Opini Oktovianus Seran (Dok Pribadi)
Penulis Opini Oktovianus Seran (Dok Pribadi)

Prajudi Atmosudirjo, secara terang menjelaskan perihal kewenangan adalah apa yang disebut “kekuasaan formal”, kekuasaan yang berasal dari kekuasaan yang diberikan oleh Undang - undang Dasar, kekuasaan legislatif (diberi oleh undang-undang) atau dari kekuasaan eksekutif administratif.

Kekuasaan negara menetapkan, melaksanakan dan menegakkan kepatuhan terhadap hukum, apalagi dalam negara kesejahteraan (welfare state), dimana negara berhak ikut campur hampir diseluruh bidang kehidupan rakyat, sehingga penggunaan kekuasaan negara itu mempunyai potensi melanggar hak-hak rakyat yang ada dalam negara tersebut, bahkan    hak-hak rakyat yang paling mendasar pun dapat dilanggar.

Baca Juga: Biaya Masuk TN Komodo Rp3,75 juta Per Wisatawan Per Tahun Mulai Berlaku 1 Agustus

“Power tends to corrupt, and absolute powercorruptsabsolutely” (kekuasaan selalu cenderung berkembang menjadi sewenang-wenang, dan kekuasaan yang bersifat mutlak cenderung mutlak pula kesewenang-wenangannya), demikian adagium yang dikemukakan oleh Lord Acton. Dengan demikian, moral kekuasaan tidak boleh hanya diserahkan pada niat, ataupun sifat-sifat pribadi seseorang yang kebetulan sedang memegangnya. Betapapun baiknya seseorang, yang namanya kekuasaan tetaplah  harus  diatur dan dibatasi.

Pada dasarnya setiap orang adalah pemimpin, dan hampir seluruh waktu yang kita miliki digunakan untuk memimpin diri sendiri, baik di kehidupan rumah tangga maupun dalam berinteraksi dengan pekerjaan di kantor. Tidak ada seorang pun yang mampu mengatur dan menguasai diri kita sepenuhnya selain diri kita sendiri.

Meskipun kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri, namun kita tidak bisa lepas dari pengaruh orang lain. Dalam hidup kita, kita juga membutuhkan kepemimpinan orang lain agar kita tidak salah dalam melakukan pekerjaan yang diperintahkan kepada kita. Misalnya, kita membutuhkan kehadiran orang tua, guru, dosen, atasan, atau orang lain yang mampu mempengaruhi kita dalam proses pencapaian tujuan (goal) dalam hidup kita.

Baca Juga: Digugat Yayasan, Rektor Unimor Beberkan 'Dosa' Mantan Rektor

Memimpin diri sendiri tidaklah lebih mudah daripada memimpin orang lain. Hal ini sering disebabkan oleh ketidakjelasan dan ketidaktegasan aturan diri yang kita buat. Terlebih bila kita membuat suatu pelanggaran, hanya kita sendirilah yang tahu. Dengan demikian, komitmen diri yang kita bangun semakin lama akan luntur dan kabur sehingga tanpa sadar kita justru menjerumuskan diri kita sendiri.
Sepandai apa pun seseorang menjadi pemimpin, kepemimpinan tunggal pastilah mempunyai banyak kelemahan dan kekurangan.

Dengan demikian, kita tetap membutuhkan kehadiran orang lain sebagai fungsi control atau bahkan sebagai pemimpin kita yang lebih tinggi karena memang tak ada satu manusia pun yang sempurna, masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Menjadi pemimpin tak semudah yang dibayangkan orang, ia harus siap lahir dan batin. Bukan saja siap secara intelektual, namun siap pula moralitasnya.

Seorang pemimpin adalah sosok figur yang didambakan masyarakat atau pengikutnya atau bawahannya, karena itu setiap langkah dan perilakunya harusnya menjadi teladan dan patut diteladani. Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki kemampuan di atas pengikutnya, bawahannya atau masyarakat pada umumnya. Singkatnya seorang pemimpin harus memiliki kelebihan atau nilai positif dibandingkan dengan yang lainnya.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fenomena Belis: Wajah Baru Kekerasan?

Jumat, 25 November 2022 | 13:25 WIB

Observatorium Nasional Timau

Rabu, 2 November 2022 | 15:00 WIB

Regsosek: Optimisme Program Perlindungan Sosial

Senin, 17 Oktober 2022 | 14:22 WIB

Literasi: Batu Sendi Kompetensi dan Prestasi

Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:59 WIB

Pelajaran Berharga Stunting yang Dianggap Spot Wisata

Senin, 10 Oktober 2022 | 09:50 WIB

Bahasa Inggris dalam UU Sisdiknas

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 13:26 WIB

Kedaulatan Pangan di Tangan Petani

Jumat, 9 September 2022 | 09:42 WIB

Panggilan Menularkan Literasi

Jumat, 9 September 2022 | 09:38 WIB

Bahaya Digitalisasi Chanel TV Indonesia

Senin, 5 September 2022 | 14:41 WIB

Membangun Kembali Fondasi Sepak Bola NTT

Senin, 22 Agustus 2022 | 09:45 WIB

Tantangan Penjabat Wali Kota Kupang

Senin, 22 Agustus 2022 | 06:00 WIB

Jadi Kita (Indonesia) Belum Merdeka?

Jumat, 19 Agustus 2022 | 06:15 WIB
X