Quo Vadis Kemandirian BLUD Rumah Sakit Daerah di NTT

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:12 WIB
Thresia Maria Wonga, Master of Health Economics and Policy; Pengurus Persatuan Auditor Internal Rumah Sakit Indonesia; Pengawas Internal BLUD-RSD (dok. victorynews.id)
Thresia Maria Wonga, Master of Health Economics and Policy; Pengurus Persatuan Auditor Internal Rumah Sakit Indonesia; Pengawas Internal BLUD-RSD (dok. victorynews.id)

Fleksibilitas BLUD merupakan alat mencapai kinerja dan kemandirian BLUD yang optimal. Hubungan interaktif yang simultan dan harmonis antara pembina, pengawas dan pejabat pengelola BLUD akan mampu melahirkan perbaikan pada areas of development yang terarah dan terukur.

Kemandirian BLUD
Akhirnya, rasio kemandirian BLUD merupakan alat ukur yang digunakan untuk menilai kemampuan BLUD dalam mendanai aktivitas operasionalnya. Hal ini bertujuan mengukur tingkat dependensi belanja BLUD terhadap rupiah murni (RPM) dari APBD maupun APBN. Tingkat kemandirian BLUD merupakan salah satu indikator aspek keuangan yang berfokus pada penilaian tingkat kesehatan keuangan BLUD. Selain rasio kemandirian BLUD, terdapat 3 indikator lainnya yaitu likuiditas, efektifitas dan efisiensi.

Tingginya rasio kemandirian BLUD menunjukan ketergantungan BLUD yang lebih rendah terhadap pihak pemberi dana perimbangan dan pinjaman, salah satunya adalah dana transfer pemerintah (RPM). Semakin mendekati 100% rasio kemandirian, berarti ketergantungan belanja BLUD terhadap RM semakin rendah.

Baca Juga: Atlet NPC NTT Berprestasi di ASEAN Para Games IX 2022 Tanpa Anggaran Khusus dari Pemprov

Dan sebaliknya, tingkat kemandirian BLUD yang rendah menunjukan ketergantungan BLUD terhadap RPM masih sangat tinggi. Tingkat kemandirian dapat diukur dengan membandingkan jumlah pendapatan BLUD terhadap bantuan pemerintah pusat/provinsi ditambah jumlah pinjaman jika BLUD tersebut mampu melakukan pinjaman untuk pengembangan layanan.

Tingkat kemandirian BLUD berada pada level maturity “optimizing” jika tingkat kemandirian berada di 85% dan tren penilaian indikator stabil di angka capaian target ideal dalam jangka 3 tahunan. Sebaliknya, BLUD berada pada level maturity “initial” jika deviasi tingkat kemandirian? 0.6 dari target.

Rekomendasi
Terdapat beberapa solusi yang ditawarkan dalam mendukung kemandirian BLUD. Pertama adalah tata kelola BLUD yang baik (good corporate governance). GCG merupakan kunci dalam mendukung potensi BLUD mampu berkembang dan bertumbuh dalam situasi apapun, termasuk era pandemi.

Penguatan kembali fungsi dan peran dari organ-organ yang berada dalam BLUD mulai dari pembina dan pengawas BLUD, pejabat pengelola BLUD meliputi pimpinan BLUD, pengelola keuangan dan pejabat teknis merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Perangkat pendukung sebagai panduan penerapan GCG pun harus dimiliki.

Baca Juga: Simak Cerita Jennifer, Pengacara Perempuan Yang Berubah Menjadi She Hulk

Misalnya hospital by law, RSB, budaya BLUD, panduan kode etik dan tanggung jawab professional yang tertuang dalam medical staff by law, dan kewenangan klinik serta berbagai Standar Operasional Prosedur, baik administrasi pemerintahan maupun klinik.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fenomena Belis: Wajah Baru Kekerasan?

Jumat, 25 November 2022 | 13:25 WIB

Observatorium Nasional Timau

Rabu, 2 November 2022 | 15:00 WIB

Regsosek: Optimisme Program Perlindungan Sosial

Senin, 17 Oktober 2022 | 14:22 WIB

Literasi: Batu Sendi Kompetensi dan Prestasi

Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:59 WIB

Pelajaran Berharga Stunting yang Dianggap Spot Wisata

Senin, 10 Oktober 2022 | 09:50 WIB

Bahasa Inggris dalam UU Sisdiknas

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 13:26 WIB

Kedaulatan Pangan di Tangan Petani

Jumat, 9 September 2022 | 09:42 WIB

Panggilan Menularkan Literasi

Jumat, 9 September 2022 | 09:38 WIB

Bahaya Digitalisasi Chanel TV Indonesia

Senin, 5 September 2022 | 14:41 WIB

Membangun Kembali Fondasi Sepak Bola NTT

Senin, 22 Agustus 2022 | 09:45 WIB

Tantangan Penjabat Wali Kota Kupang

Senin, 22 Agustus 2022 | 06:00 WIB

Jadi Kita (Indonesia) Belum Merdeka?

Jumat, 19 Agustus 2022 | 06:15 WIB
X