Bisnis Global Kain Sumba Timur, Globalisasi Kapitalis Dan Kosmopolitanisme Dangkal

- Rabu, 31 Agustus 2022 | 12:27 WIB
Pater Mans Wenge, CSsR (Dok. victorynews.id)
Pater Mans Wenge, CSsR (Dok. victorynews.id)

MENURUT kalian, berapa harga kain ini?” tanya saya sambil mengacungkan sehelai kain Sumba Timur di depan teman-teman mahasiswa S2 Anthropologi Queen’s University of Belfast – UK.

Ruangan kelas yang didominasi oleh orang-orang berkulit putih dari Eropa dan Amerika itu sejenak hening.

Kain Sumba Timur dari Kampung Kaliuda itu memang sengaja saya bawa untuk kepentingan presentasi mata kuliah Advanced Anthropological Perspectives.

Tema presentasi hari itu berkaitan dengan globalisasi yang kapitalis dan banalitas kosmopolitanisme.

Baca Juga: Kain Tenun, Proklamasi, dan Orang NTT (Bagian 3 dari 3 Tulisan)

Beberapa mahasiswa mencoba memberikan jawaban. “Kalau tidak salah harganya berkisar antara 500-1000 pounds (sekitar 9-18 juta)”, kata salah satu teman saya tamatan S1 Psiko-Antropologi Oxford.

Tebakannya lebih tinggi dari yang saya duga tetapi saya bisa mengerti karena katanya Universitas Oxford mempunyai penghargaan atas karya seni yang tinggi.

Ada juga yang menebak kalau harga kain itu berkisar antara 100-300 pounds (sekitar 2-5 juta). Semua mereka terkejut ketika saya berkata kepada mereka bahwa tidak ada satu pun dari antara mereka yang menebak benar.

“Jawaban yang benar adalah,” kata saya sambil memberi sedikit jeda untuk membangun rasa penasaran, “tergantung di mana kalian membeli kainnya.” “Huuuu.” Ekspresi wajah mereka menunjukan ketidakpuasaan.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fenomena Belis: Wajah Baru Kekerasan?

Jumat, 25 November 2022 | 13:25 WIB

Observatorium Nasional Timau

Rabu, 2 November 2022 | 15:00 WIB

Regsosek: Optimisme Program Perlindungan Sosial

Senin, 17 Oktober 2022 | 14:22 WIB

Literasi: Batu Sendi Kompetensi dan Prestasi

Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:59 WIB

Pelajaran Berharga Stunting yang Dianggap Spot Wisata

Senin, 10 Oktober 2022 | 09:50 WIB

Bahasa Inggris dalam UU Sisdiknas

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 13:26 WIB

Kedaulatan Pangan di Tangan Petani

Jumat, 9 September 2022 | 09:42 WIB

Panggilan Menularkan Literasi

Jumat, 9 September 2022 | 09:38 WIB

Bahaya Digitalisasi Chanel TV Indonesia

Senin, 5 September 2022 | 14:41 WIB

Membangun Kembali Fondasi Sepak Bola NTT

Senin, 22 Agustus 2022 | 09:45 WIB

Tantangan Penjabat Wali Kota Kupang

Senin, 22 Agustus 2022 | 06:00 WIB

Jadi Kita (Indonesia) Belum Merdeka?

Jumat, 19 Agustus 2022 | 06:15 WIB

Pancasila Menjadi Arah Kebijakan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 05:15 WIB
X