Orang Mati jadi Pemilih Sementara?

berbagi di:
ilustrasi DPS

 
Polce Siga

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis hasil Data Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Serentak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tahun 2018.

Namun, DPS yang sudah disebarkan ke masyarakat masih mencantumkan nama masyarakat yang telah meninggal maupu warga yang sudah menjadi anggota TNI/Polri.

Anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna yang dihubungi VN, Rabu (28/3) malam mengakui penemuan DPS yang bermasalah.

“Memang ada yang sudah meninggal, tapi tercatat dalam DPS, bahkan ada sudah masuk TNI/Polri juga ada di dalam DPS. Ini kita temukan hampir di semua kabupaten/kota,” kata Jemris.

Dia mengatakan, sesuai informasi yang diperoleh dari Panwaslu kabupaten/kota, DPS yang diumumkan oleh KPU di setiap desa/kelurahan ada yang masih bermasalah. Bahkan ada pemilih yang sudah coklit, tapi tidak terdaftar.

Selain itu, ada pula pemilih yang tidak dikenal namun namanya muncul, padahal saat coklit sudah dihapus.

Ia mengatakan telah meminta Panwaslu untuk membuka posko pengaduan
.
“Kami sudah instruksikan kepada Panwas untuk buka posko pengaduan daftar pemilih di kabupaten kecamatan dan desa/kelurahan. Ada juga pemilih yang memenuhi syarat justru di DPS namanya tidak ada. Ada juga pemilih yang namanya muncul lebih dari sekali,” ujar Jemris.

Juru Bicara KPU yang dihubungi VN tadi malam mengatakan nama yang muncul dua kali atau sejenisnya akan dicoret saat perbaikan. (bev/ol)