P2T2 Asal Malaka Meninggal Dunia

berbagi di:
img-20200404-wa0035

 

 

 

 

Wilfridus Wedi

Pelaku Perjalanan dari tempat terjangkit, Wendelinus Ten alias Endi Manek (23) mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang-Jawa Timur semester VI meninggal dunia Jumat (3/4) petang di Dusun Solo, Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT.

Petugas Puskesmas Namfalus Kecamatan Kobalima dr.Silvester Anggi Pangalina kepada VN di luar rumah duka Desa Lakekun Barat, Sabtu (4/4) menuturkan Dinkes Malaka akan menindaklanjuti prosesi pemakaman dan mayatnya akan dibungkus tanpa ada prosesi adat istiadat setempat untuk mengantisipasi Covid-19.

Namun sayangnya, jenazah telah dimasukan ke dalam peti oleh keluarga pada malam sebelumnya.

“Jadi proses pemakaman tanpa ada prosedur medis karena jasadnya sudah dimasukan ke dalam peti dan kita tidak berani mengambil resiko,” tuturnya.

Namun ,secara garis besar korban memiliki riwayat perjalanan dari transmisi zona merah yaitu dari Malang dan dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

img-20200404-wa0036

“Karena berdasarkan revisi terakhir dari Kemenkes RI bahwa ODP itu memiliki gejala demam, batuk, flu, tenggorokan sakit, sesak nafas dan salah satunya memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari sebelum gejala Covid-19,” jelas dr.Anggi.

Ia menuturkan berdasarkan informasi yang diperoleh 31 Maret 2020, korban mengalami gejala demam tinggi.

“Tapi dari hasil wawancara medis (anamnesis) dengan ibu kandung almarahum Wendelinus Ten, sebelum meninggal yang bersangkutan mengalami demam tinggi disertai dengan keluhan nyeri ulu hati akut,” ungkapnya.

Untuk mengungkapkan penyebab kematian, lanjut dr.Anggi harus dilakukan pemeriksaan medis karena almarhum memiliki riwayat perjalanan dari wilayah terdampak Covid-19. Sementara pemakamam harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur penanganan bagi Covid-19 dan dimakamkan secepatnya.

“Jadi untuk memastikan bahwa almarhum tersebut memiliki Covid-19 atau tidak harus dilakukan pemeriksaan sampel. Dimana, bagi ODP atau pasien yang telah meninggal biasanya akan dilakukan prosedur SWAB Post Mortem dan sampelnya dikirim ke Laboratorium di Surabaya,” jelas dr.Anggi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh VN amahrhum meninggalkan Kota Malang beberapa hari lalu menggunakan pesawat dan tiba di Malaka pada 1 April 2020.

Kemudian pada 3 April 2020 petang, almarhum menghembuskan napas terakhir akibat nyeri ulu hati disertai perut membengkak. (bev/ol)