PAD Kota Kupang Diperkirakan Hanya Mencapai 140 Miliar

berbagi di:
img_20200706_213014

 

 

 

 

 

Yapi Manuleus

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur diperkirakan hanya mencapai Rp 140-an miliar hingga akhir tahun 2020.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang dr. Ari Wijana saat dikonfirmasi VN, Senin (6/7).

Ia mengatakan target awal PAD Kota Kupang untuk tahun 2020 Rp 200 miliar, namun dengan perkembangan Covid-19 beberapa pajak daerah mengalami penurunan misalnya pajak hotel, restaurant, pajak hiburan dan beberapa retribusi lain.

Ia mengatakan hasil rasionalisasi diperkirakan kehilangan 21% atau setara dengan Rp 47 miliar.

“Itu hasil rasionalisasi sesuai dengan laporan pendapatan bulan Februari sampai April jadi diperkirakan kita sampai akhir tahun hanya bisa mencapai Rp 140 sekian miliar. Tapi kita lihat perkembangan kalau sekarang sudah new normal ya kita akan gencot lagi, cuma posisi per 31 Mei kemarin itu kita baru relisasinya 36% jadi kita masih berjuang ini,” ujar Ari.

Terkait langkah strategi yang akan diterapkan untuk bisa mengamankan PAD Kota Kupang, Ari mengaku saat ini pihaknya menggunakan sistem online di beberapa wajib pajak di Kota Kupang.

“Strategi yang pertama memang cita-cita kita untuk pasang sistim online peting cop di beberapa wajib pajak contohnya pajak restaurant di mesin kasirnya kita pasang peting kop supaya kalau ada orang yang melanggar, habis bayar otomatis pajaknya kita sudah bisa tabu. Kalau sekarang kan pajaknya berdasarkan perhitungannya sendiri,” jelasnya.

Ia berharap dengan kondisi new normal pemasukan untuk daerah bisa segera pulih. (bev/ol)