Paham Anti Pancasila Menyebar ke Semua Lini

berbagi di:
Ketua DPP Partai NasDem Victor Bungtilu Laiskodat saat memberikan orasinya di hadapan para kader dan simpatisan Partai NasDem di Sumba Barat Daya, Selasa (25/7).

Frengky Keban

 

 

 
Ketua DPP Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, paham-paham yang ingin mengubah ideologi Pancasila (Anti-Pancasila) telah menembus sisi peradaban dan situasi sosial kemasyarakatan Indonesia. Bahkan, mereka telah menyebar ke hampir semua lini seperti di ranah profesi, polisi, militer, PNS, partai politik, LSM, dan lembaga lainnya, sehingga harus segera disadari oleh masyarakat Indonesia secara kolektif untuk membendung paham ini agar tidak berkembang lebih jauh lagi.
Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan hal itu dalam orasi politiknya saat menghadiri pelantikan pengurus DPD NasDem Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (25/7) di Tambolaka.
Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Organisasi Keanggotaan dan Kadernisasi DPP Partai NasDem, Jeanet Sudjunadi, Ketua DPW NasDem NTT Irjen Pol (Purn) Jacki Uly, Bupati SBD Markus Dairo Talu (MDT) yang dilantik untuk kembali memimpin Partai Nasdem SBD periode 2017-2022,
Ketua KPU SBD Michael Bulu, para pimpinan parpol di SBD, pengurus dan simpatisan NasDem di Kabupaten SBD.
Pada saat itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI itu menggambarkan bahwa situasi bangsa saat ini tengah mengalami cobaan yang mirip dengan situasi tahun 1965, dimana saat itu paham komunis mencoba mengubah ideologi dan Konstitusi Negara RI. Namun, sejarah membuktikan bahwa Pancasila tetap kokoh.
Kini, gangguan terhadap ideologi Pancasila kembali terjadi. Jika dulu bertalian dengan hal yang sifatnya kiri seperti komunis, maka saat ini, Indonesia diperhadapkan pada hal yang sifatnya kanan yang bertalian dengan agama.
“Saya berulang kali sampaikan bahwa bangsa ini lahir bukan karena alasan agama. Bangsa ini lahir karena sama-sama ditindas oleh penjajah. Karena alasan yang demikian maka kita bersatu. Sehingga saat berjuang pendahulu kita tidak pernah bertanya kamu agama apa, suku apa,” katanya.
Jika saat ini masih ada pikiran sesat yang ditunjukkan oleh saudara sebangsa, lanjutnya, maka hal itu harus jadi pemantik untuk tetap kokoh dalam semangat menjaga NKRI.

 

Stop Korupsi
“Kelompok-kelompok seperti ini hidup di situ. Yang lebih sulit bagi kita sendiri adalah mereka diidentifikasi sebagai orang-orang jujur dan tidak korup. Sementara para nasionalis cenderung korup. Karena itu, alasan satu-satunya menguatkan NKRI hari ini adalah kaum nasionalis berhenti korupsi. Jangan lagi berpikir untuk kekayaan dirimu dan meninggalkan cita-cita luhur menjaga NKRI. Kalau tidak ada kesadaran secara kolektif nasional, maka menurut saya paling lambat 10 tahun dari sekarang ideologi Pancasila bisa tergantikan dengan paham lain. Jika tidak ada gerakan bersama untuk membawa nasionalisme bertumbuh dan berkembang, maka jelas ideologi Pancasila akan tergantikan dengan ideologi khilafah. Sangat berat memang, apalagi NTT saat ini disuplai atau pun disubsidi 80 persen dan hanya 20 persen saja yang menghidupi diri sendiri,” papar Viktor.
Untuk itu, ia mengajak segenap kader NasDem bersama masyarakat NTT, termasuk masyarakat SBD untuk bekerja keras membangun daerah dari keringat dan tangan sendiri tanpa mengharapkan bantuan dari pihak manapun. NTT merupakan daerah yang kaya dan memiliki tempat-tempat terbaik di dunia tetapi kita tidak mampu melihat sesuatu yang baik itu sendiri, malah lebih cenderung menjadi peminta-minta.
“Jika kita lebih memilih jadi peminta-minta, maka kita tidak bisa menjadi bangsa yang hebat. Karena sumbangan dan bantuan Pemerintah Pusat terbatas. Apalagi dengan perang ideologi yang sekarang luar biasa walaupun dalam hitung-hitungan kita saat ini masih miliknya kaum nasionalis,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak boleh terjebak dalam konflik agama. Orang-orang yang keliru berpikir tentang keyakinan, dan memaksakan kehendaknya kepada orang lain harus diparngi saat ini.

“Kita ini beragam. Kuat karena beragam, dan karena beragam maka kita indah. Tidak boleh ada yang merusak. Jika pun ada partai yang berbeda dengan ideologi Pancasila maka partai tersebut pun harus dibubarkan bukan hanya HTI saja. Bagaimana partai politik itu tumbuh membangun kekuatan di Negara ini tapi kemudian ideologinya berbeda dengan ideologi negara ini,” tegasnya.

 

 

Pilih Jacki Uly
Dalam konteks situasi sosial politik kebangsaan yang demikian, NasDem memilih Jacki Uly menjadi bakal calon Gubernur NTT. Jacki Uly adalah sosok yang track recordnya, jiwa nasional ke-Indonesia-annya, dan komitmennya menjaga Pancasila dan NKRI yang tidak perlu diragukan.

“Saya minta semua partai politik untuk jangan gunakan kepentingan pragmatis dan mengorbankan ideologi Pancasila sebagai pemersatu. Harganya sangat mahal. Kita telah diuji berulang-ulang. Partai NasDem selalu mengingatkan itu. Kita tidak boleh terjebak pada situasi pragmatis seperti itu. Saya ingatkan, hanya karena alasan Gubernur NTT kita tidak boleh mendorong agama menjadi pesan atau pun kampanye dalam perbedaan. Yang harus ditonjolkan adalah kemampuan, kapasitas, kualitas, dan intergritas kader. Jangan bicara agama. Kita harus jadi penjaga Pancasila, dan saya harap ini menjadi mimpi seluruh kader Partai Nasdem dari Pusat sampai daerah,” tegasnya.