Pajak Parkir Kota Kupang Kecualikan Water Park

berbagi di:
img-20210305-wa0036

 

Tonny Ariet
Kasubid Perhitungan dan Pendapatan Pajak Badan Keuangan Daerah Kota Kupang

 

 

 

 

Yosi Kameo

 

 
PENARIKAN pajak parkir di Kota Kupang masuk dalam bentuk penagihan yang disesuaikan dengan omzet pembayar pajak yang memiliki area parkir terkena pajak.

“Kita menerima laporan omzet dari mereka, jadi pajaknya 30% per bulan dari area parkir.” Kata Tonny Ariet, Kasubid Perhitungan dan Pendapatan Pajak, kepada VN, di Badan Keuangan Daerah Kota Kupang, Kamis (5/3).

Menurutnya, beberapa lokasi yang mendapat penarikan pajak adalah Transmart, Lippo Plaza, Flobamora Mall, Bandara El Tari dan Waterpark.

Namun, tambahnya, pendapatan pajak parkir berkurang karena beberapa lokasi ditiadakan dari daftar. Salah satunya adalah Waterpark.

“Waterpark sekarang sudah tidak masuk daftar. Kemarin, pas covid, sudah tutup sementara. Jadi belum ada pajak parkir yang masuk,” Ujarnya.

Dia juga menungkapkan, perhitungan pajak parkir terakhir di Januari 2021, baru terhitung dari pemasukan Lippo Plaza dengan jumlah Rp31.007.077 yang dikelola Sky Parking dan Flobamora Mall dengan jumlah Rp1.082.400 yang dikelola Smart Parking, serta Trans Mart (Rp7.806.600) yang dikelola Jasa Swadaya Utama.

Sedangkan untuk Bandara El Tari yang dikelola Primkopau pembayaran baru akan dilakukan pada bulan berikutnya. “Kalau Bandara El Tari Maret baru dibayar. Sekarang belum ada.” Ungkap Tonny.

Terkait PAD yang bersumber dari karcis parkir, sampai berita ini diturunkan, Kadis Pendapatan Daerah Kota Kupang masih belum dapat dihubungi. (Yan/ol)