Pangdam Jaya tanpa Kompromi

berbagi di:
pangdam

 

PANGDAM Jaya Mayjen Dudung Abdurachman membikin orang terkejut karena ia memerintahkan prajuritnya untuk mencopot spanduk dan baliho bergambar Rizieq Shihab. Perintah itu tidak lazim.

Disebut tidak lazim karena penertiban spanduk dan baliho itu menjadi tugas pokok satuan polisi pamong praja (Satpol PP). Akan tetapi, ketika Satpol PP tidak berdaya melakukan pener tiban, TNI merasa terpanggil untuk membantu.

Tugas utama TNI memang di bidang pertahanan. Meski demikian, menurut Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, di luar operasi perang, tentara bisa membantu tugas pemerintahan di daerah dan membantu kepolisian dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena itulah Mayjen Dudung Abdurachman memberikan jaminan bahwa anggota TNI di bawah komandonya akan terus menurunkan spanduk dan baliho Rizieq Shihab jika ada yang masih terpasang.

Spanduk, baliho, dan reklame diatur dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame. Ia diatur agar tidak merusak estetika, etika, dan kepastian hukum.

Pemasangan spanduk dan baliho foto diri Rizieq Shihab, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, tidak memiliki izin. Pembiaran atas spanduk dan baliho tak berizin itu tentu saja menggerus kepastian hukum.

Dengan demikian, perintah Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman untuk menurunkan span duk dan baliho Rizieq Shihab tentu sudah di koordinasikan dengan otoritas terkait, bukan di tafsirkan TNI memasuki wilayah politik.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran pun memberikan dukungan sepenuhnya atas langkah penertiban spanduk dan baliho yang dilakukan Pangdam Jaya. Didukung karena ia yakin tujuannya baik untuk negara.

Publik percaya bahwa TNI tidak akan ikut-ikutan untuk menurunkan spanduk dan baliho liar jika Satpol PP Jakarta punya nyali. Apalagi, hanya sesaat setelah diturunkan Satpol PP Jakarta, spanduk dan baliho serupa kembali dipasang.

Harus tegas dikatakan bahwa keterpanggilan TNI menertibkan spanduk dan baliho liar sebagai bentuk bantuan kepada Satpol PP Jakarta. Bantuan dalam kerangka penegakan hukum sehingga negara tidak boleh kalah oleh siapa pun yang tidak mematuhi hukum.

Langkah tegas tanpa kompromi dari Pangdam Jaya patut diapresiasi. Seorang pemimpin mesti tegas melindungi serta memberikan rasa aman bagi seluruh warganya, tanpa kecuali.

Tidak boleh ada satu kelompok pun dapat berbuat sesukanya, mengintimidasi kelompok lain, apalagi sampai mengancam keberlangsungan dan keutuhan negeri ini.