Pansel Pejabat Tinggi Pratama TTS Dipolisikan

berbagi di:
img-20210119-wa0007

 

Iptu Hendricka RA Bahtera
Kasar Reskrim Polres TTS

 

 

 
Megi Fobia

 

 
PANITIA Seleksi (Pansel) pejabat tinggi pratama Kabupaten TTS yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten TTS, Marthen Selan bersama anggotanya kurang lebih 20 orang termasuk panitia pendaftaran dipolisikan Kepala Bagian (Kabag) ULP Setda TTS, Otnial Tallo Tahun.

“Otnial Tallo Tahun mempolisikan Pansel tersebut di Polres TTS dengan dugaan kecurangan seleksi pejabat tinggi pratama dan pemalsuan dokumen. Dengan demikian Kabag ULP TTS itu memilih menempuh jalur hukum,” Kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres TTS, Iptu Hendricka RA Bahtera, SIK ketika ditemui VN, Selasa (19/1).

Hendricka mengakui laporan kecurangan seleksi pejabat tinggi pratama Kabupaten TTS ke Polres TTS pada 29 Desember 2020, oleh Kabag ULP Setda TTS Otnial Tallo Tahun yang dilantik kembali menjadi Kabag ULP Setda TTS.

“Yang dilaporkan panitia seluruhnya, mulai dari pantia pendaftaran hingga pantia seleksi yang berjumlah kurang lebih 20 orang,” jelasnya.

Setelah menerima laporan kasus kecurangan seleksi pejabat tinggi pratama di Lingkup Pemkab TTS, Kasat Hendricka mengakui pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhasap Sekda TTS Marthen Selan dan Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) TTS Linda Fobia.

Meski baru dua orang saksi yang diperiksa penyidik Polres TTS terhadap kasus tersebut, Hendricka mengatakan pada intinya setiap laporan yang dilaporkan dan diterima di Polres TTS akan ditindaklanjuti secara profesional.

Ketika ditanya soal akademisi yang tergabung dalam tim Pansel, Kasat Hendrikus membenarkan adanya tim dari akademisi. Namun, penyidik Polres TTS belum undang akademisi yang tergabung dalam Pansel itu untuk klarifikasi, sebab ketua tim seleksi yakni Sekda Marthen Selan yang sudah dimintai keterangan.

“Kita masih dalam proses penyelidikan kasus pemalsuan dokumen dan kecurangan seleksi pejabat tinggi pratama di TTS yang dilaporkan Kabag ULP TTS pada 29 Desember 2020,”Ucapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) TTS, Marthen Selan yang hendak dikonfirmasi enggan menerima wartawan. (Yan/ol)