Pantai Batu Nona Dipenuhi Sampah Plastik

berbagi di:
img-20201129-wa0022

Sampah pelastik berserakan di Pantai Batu Nona.

 

 

 
Sinta Tapobali

 

 
PANTAI Batu Nona, merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang digemari masyarakat Kupang.

Pantai yang terletak di Kelurahan Oesapa Kota Kupang ini selalu ramai dikunjungi warga baik yang berada di Kota Kupang maupun dari Kabupaten Kupang.

Namun sayangnya di pantai ini fasilitas yang disediakan belum memadai seperti penyediaan toilet dan tempat pembuangan sampah. Masih banyak terlihat sampah-sampah berserakan baik di bibir pantai maupun di bawah pohon-pohon lontar yang ada di Pantai ini.

Sampah-sampah ini paling banyak didominasi oleh sampah plastik bekas sisa bungkusan makanan dan minuman yang dibuang pengunjung.

Pantai ini selain sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat, juga sebagai tempat untuk mencari nafkah bagi beberapa masyarakat yang tinggal di seputaran lokasi wisata tersebut.

Bukan hanya orang tua, tapi nampak pula sejumlah anak-anak yang menjajakan dagangan mereka seperti jagung rebus, kacang rebus maupun kacang goreng dan jagung goreng.

Sayangnya bungkusan makanan yang mereka jual dibuang sembarangan oleh para pengunjung.

Roni (15), salah satu pedagang jagung rebus keliling dalam obrolannya bersama VN mengatakan bahwa ia sudah 2 tahun menjadi penjual jagung rebus keliling.

Menurutnya, bukan hanya di pantai Batu Nona saja, namun dagangannya ini juga ia jual hingga ke lokasi wisata pantai warna yang berada bersebelahan dengan pantai Batu Nona.

Uniknya, anak lelaki berparas tampan ini memiliki caranya tersendiri agar sampah kulit jagung miliknya tidak dibuang sembarangan oleh pembeli.

“Kantung hitam ini untuk taruh kulit jagung. Jadi kalau orang kupas jagung nanti saya ambil kulitnya lalu saya simpan di kantung ini, nanti saya pulang baru buang di tempat sampah,” jelasnya.

Abraham salah satu pengunjung yang ditemui VN mengaku sangat sering datang ke pantai Batu Nona. Menurutnya, di pantai ini selain bisa menikmati udara segarnya pantai, juga bisa berenang bebas di salah satu kolam renang yang ada dalam lingkungan pantai ini.

Menurutnya ia bersama anak-anaknya sering datang ke pantai ini untuk berenang dan menikmati jagung rebus manis yang dijajakan para penjual di lokasi ini. Ketika ditanya mengenai kebersihan lokasi pantai, ia menjawab bahwa kebersihan lokasi Pantai merupakan tanggung jawab bersama baik oleh pengelola maupun oleh pengunjung.

“Tanggung jawab kita semua jadi siapa pun yang datang ke sini wajib untuk menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan tapi buang di tempat yang seharusnya sehingga kebersihan pantai ini benar-benar terjaga,” imbaunya.

Menurutnya pantai ini memang masih jauh dari kata bersih. Ia berharap agar ke depannya baik pengelola maupun pengunjung dapat bertanggung jawab terhadap kebersihan dan keamanan pantai sehingga semua yang datang berkunjung benar-benar dapat menikmati waktu luang mereka ketika berlibur maupun berkunjung ke sini. (Yan/ol)