Pariwisata Harus Jadi Leading Sektor Di Pulau Sumba

berbagi di:
img-20190525-wa0013

 

 

Frengky Keban
Bupati Sumba Tengah, Paulus S.K Limu menegaskan harus menjadi leading sektor di Pulau Sumba menggantikan sektor pertanian dan perkebunan karena Sumba memiliki kekayaan wisata yang mumpuni.

Paulus S.K Limu dalam sambutannya pada acara wisuda para siswa Sumba Hospitality Foundation, Sabtu (25/5) pagi di Aula SHF, Desa Karuni-Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya-NTT mengatakan dengan potensi yang dimiliki tentu tidak sulit mengubah sektor unggulan Sumba yang sebelumnya pertanian dan peternakan menjadi pariwisata sebagaimana yang sudah dibuat oleh Bali dan Labuan Bajo.

“Sumba ini hidup dengan 70 % persen dari sektor pertanian dan perkebunan. Jika bandingkan dengan Bali yang secara geografis merupakan daerah pertanian tapi dia merubahnya jadi pariwisata sebagai sektor unggulan. Di NTT dari 22 Kabupaten/Kota hanya Labuan Bajo yang sudah meletakkan pariwisata sebagai sektor unggulannya. Imbasnya PAD tertinggi ada di Labuan Bajo. Kalau mau Sumba berubah maka kita harus ubah mindset kita dan bersama-sama meletakkan pariwisata jadi leading sektor unggulan di Pulau Sumba,” katanya.

Ia mengatakan meski tidak mudah namun ia yakin karen masalah pariwista di Sumba bukan soal SDM tapi pengelolaan yang belum maksimal.

“Kita tidak boleh berpikir biasa-biasa saja tapi harus berpikir besar supaya Sumba ini bisa berubah dengan cepat. Kalau orang bilang siswa harus pulang ke sini membangun Sumba maka saya sebaliknya. Biarkan mereka di luar tapi hati dan pikirannya mereka harus bisa dipakai untuk membangun dan menghidupkan Aumba ini. Kalau kita kembali ke Sumba dan bekerja di sini maka kita tidak bisa mengubah Sumba. Di moment ini saya ingin berterima kasih kepada SHF yang sudah mau membantu pengembangan Sumba khususnya di Sumba Tengah. Pengembangan kepariwisataan jangan hanya satu tahun saja tapi dua sampai tiga tahun maka dampaknya akan terasa,” ujarnya. (bev/ol)