Pariwisata NTT Fokus Pengembangan SDM

berbagi di:
img-20210306-wa0049

 

Alexander Koroh
Sekretaris Dinas Pariwisata NTT

 

 

 

Putra Bali Mula

 

 

Pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini lebih fokus pada pengembangan sumberdaya manusia dengan memberikan berbagai pelatihan dan kapasitasi masyarakat atau pelaku pariwisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata NTT, Alexander Koroh yang dihubungi Sabtu (6/3) menyampaikan hal tersebut. Menurutnya, pembangunan fisik, akomodasi, sementara dikontrol karena jumlah pengunjung pun yang tidak begitu signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Paling utama dilakukan adalah SDM pelaku pariwisata. Pelatihan tour guide, juru masak, kita arahkan di tujuh destinasi pariwisata estate Fatumnasi, Mulut Seribu, Lamalera, Praimadita, Wolwal, Koanara, itu dilakukan,” katanya.

Pada saat yang sama juga didorong setiap pendukung atau fasilitas pariwisata untuk mendapat sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety and Environment). Sertifikat ini nantinya menentukan predikat Indonesia care atau peduli pada keadaan pandemi yang memperhatikan aspek-aspek kesehatan dan keselamatan. Setiap destinasi juga memperhatikan aspek-aspek keselamatan dan tanggap bencana.

“Pelancong mancanegara membentuk kepercayaan dengan adanya sertifikat ini,” tukasnya.

Selain pengembangan kapasitas pelaku usaha di pariwisata estate, kapasitasi juga diberikan ke pelaku usaha di pariwisata lainnya. Ini untuk mendorong pariwisata NTT sebagai ring of beauty. (Yan/ol)

“Sehingga dapat diterapkan pola atau rute wisata di seluruh NTT. Hal ini tentunya mempengaruhi lama menginap turis atau wisatawan,” tandasnya.

Pandemi ini, menurut dia, membuat pariwisata NTT memperbaiki pola. Sejauh ini jumlah wisatawan yang terlalu lebih jumlahnya juga dapat menimbulkan dampak negatif. Hal yang dikontrol saat pandemi sehingga ada harmonisasi baik alam dan budaya.

“Sehingga dapat diterapkan pola atau rute wisata di seluruh NTT. Hal ini tentunya mempengaruhi lama menginap turis atau wisatawan,” tandasnya.

Pandemi ini, menurut dia, membuat pariwisata NTT memperbaiki pola. Sejauh ini jumlah wisatawan yang terlalu lebih jumlahnya juga dapat menimbulkan dampak negatif. Hal yang dikontrol saat pandemi sehingga ada harmonisasi baik alam dan budaya. (Yan/ol)